Image Slider

Mengenal Pesantren Hidayatul Ulum Ganding, Tempat Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Ganding, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, Gadu Barat, Ganding, Sumenep merupakan pondok pesantren tradisional tertua di Kecamatan Ganding. Baru-baru ini pesantren asuhan KH Ahmad Qusyairi Zaini ini dikukuhkan sebagai salah satu pesantren rehabilitasi pecandu narkoba di Kabupaten Sumenep.

Kiai Qusyairi Zaini selaku pengasuh pesantren mengatakan, awalnya pesantren ini menerima santri reguler sebagaimana biasanya yang ingin menimba ilmu agama dengan metode klasik atau salaf. Namun, sejak tahun 2020 pesantren ini juga menampung para pecandu narkoba untuk dilakukan rehabilitasi.

“Hal itu bermula saat kami bertemu dengan Kapolres Sumenep yang kala itu memiliki program kampung tangguh anti Narkoba, yang salah satunya bergerak menangani penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan oleh anak-anak di bawah umur,” katanya dilansir dari NU Online Jatim, Selasa (31/05/2022).

Menurutnya, pihak kepolisian tidak mengadili di pengadilan dan dijebloskan ke penjara, karena masih di bawah umur. Namun, mereka yang terjangkit barang haram tersebut dilakukan rehabilitasi dengan bekerja sama ke sejumlah pesantren untuk ditata mental dan spiritualnya.

“Awalnya ada tiga pesantren yang menyatakan siap menerima, di antaranya adalah Pondok Pesantren Tegal Al-Amien Prenduan Pragaan, Pesantren Al-Isy’af Kalabaan Guluk-Guluk, dan di pesantren ini. Alhamdulillah, yang sampai detik ini eksis adalah pesantren kami,” ungkapnya.

Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding itu menjelaskan, ada 28 anak yang direhabilitasi di pesantrennya. Ada pula yang tidak melalui jalur Polres, tetapi mereka secara sukarela diantarkan langsung oleh orang tuanya ke pesantren. Rata-rata anak yang ia tampung seusia tingkat SD, SMP dan SMA.

“Yang kami terima rata-rata usianya 9-17 tahun. Di atas umur itu kami tidak menerima, karena masuk kategori dewasa. Mayoritas berasal dari daerah kepulauan di Sumenep, sedang yang datang secara sukarela berasal dari Surabaya, Malang, Sampang, dan Pamekasan. Tapi, belakangan ini difokuskan terhadap anak yang berasal dari Kabupaten Sumenep,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, pihak pesantren tidak memungut iuran pesantren. Bahkan, pihaknya membebaskan uang sekolah dan kuliah, termasuk pula biaya makan dan minum ditanggung oleh pesantren.

Penasihat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Madura ini menegaskan, mayoritas dari mereka yang terjangkit narkoba karena lepas dari pengawasan orang tua. Oleh karenanya, peran orang tua dalam mendidik anak sangat penting.

“Seperti anak yang berasal dari kepulauan, mayoritas orang tuanya merantau ke luar negeri, sehingga ia dititipkan ke kakek atau neneknya, bahkan ada yang tidak dititipkan ke sanak familinya,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga