Image Slider

Cara Atasi Pecandu Narkoba Ala Pesantren Hidayatul Ulum Ganding Sumenep

Ganding, NU Online Sumenep

Peredaran narkoba di Kabupaten Sumenep sedang menggurita. Sejumlah upaya pencegahan dan penanganan pun dilakukan oleh berbagai elemen. Salah satunya Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, Gadu Barat, Ganding, Sumenep yang merupakan pesantren yang menampung anak-anak di bawah umur yang terjangkit Narkoba.

Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara KH Ahmad Qusyairi Zaini mengatakan, bahwa rehabilitasi sosial dan terapi tradisional merupakan bagian di antara langkah awal menangani pemakai narkoba.

Langkah pertama yang dilakukan adalah mengeluarkan racun. Pasalnya rata-rata anak-anak yang ia tampung pengguna jenis sabu. Kiai Qusyairi menyatakan, ketika sabu dihisap, kristalnya menggumpal di saraf. Yang kecanduan pada sabu, daya ingatnya menurun dan emosi tidak terkontrol.

“Kami mengeluarkan racun tersebut menggunakan metode gurah. Bagi yang parah, keluar lendir bercampur darah. Bahkan yang sakaw, kami beri terapi tambahan, yakni berendam di kolam khusus pada jam 00.00 WIB. Bukan hanya itu, kami pun ikut bercebur ke kolam tersebut sampai 2-3 jam. Setelah itu kami naik dari kolam,” terangnya beberapa waktu lalu.

“Terapi yang rutin dilakukannya, menyebabkan kami sakit dan diopname satu pekan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Bayangkan, kami menangani 4 anak setiap malam,” imbuhnya.

Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding itu meneruskan, langkah yang kedua adalah mengajak anak tersebut melaksakan shalat taubat, dzikir, membaca Al-Qur’an dan Ratib Al-Haddad.

“Salah satu anak yang berusia 17 tahun tidak bisa baca Al-Qur’an. Akhirnya kami ajari mengaji lewat Iqra’. Setelah 8 di sini dan mensupport dari orang tua, ia bisa membaca Al-Qur’an dan khatam 3 kali,” tutur Kiai Qusyairi.

Ketiga yang ia lakukan dalam proses rehabilitasi adalah senam anti narkoba yang bekerjasama dengan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Ganding. Juga sosialisasi bahaya narkoba.

Penasihat Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GMNU) Madura itu menegaskan bahwa sampai detik ini pihaknya belum menerima obat-obatan medis yang disupport dari pemerintah. Berangkat dari kendala ini, Kiai Qusyairi mengajak Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk bersama-sama menyikapinya.

“Kami baru memulai bekerjasama dengan BNN bulan lalu. Insyaallah ada obat-obatan medis yang bisa membersihkan racun. Karena kami tidak bisa mengukur seberapa besar racun itu masih ada di dalam tubuhnya. Hanya medis yang bisa,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia menyatakan bahwa belum ada tim khusus yang dibentuknya. Hanya saja dibantu oleh santri senior. Kiai Qusyairi berjanji membentuk tim khusus sehingga membantu proses penyembuhan.

“Kami hanya membekali santri senior dengan ilmu pijat saraf di beberapa titik tertentu. Kebetulan kami pernah sekolah akupuntur, sehingga kami bisa mengaplikasikannya. Tak sampai disitu, kami beri ramuan tradisional yang kami racik bersama istri,” ujarnya.

Dirinya mengajak kepada semua pihak untuk bersinergi, karena menangani dan meminimalisir jumlah pemakai narkoba, bukan tugas aparat kepolisian saja, tetapi tugas bersama. Tak hanya itu, Kiai Qusyairi berharap mendapat support agar pelayanannya lebih profesional.

“Setidaknya khalayak tahu bahwa fasilitas di sini masih kurang. Makanan dan minuman yang mereka konsumsi, kami gratiskan atau apa adanya. Artinya, ke depan dipikirkan juga makanan yang memenuhi standar, yakni 4 sehat 5 sempurna,” harapnya.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk meyakini, bahwa dengan niat yang tulus, atas bantuan Allah SWT, pihaknya bisa menolong anak di bawah umur yang terjangkit narkoba.

“Kami niatkan bakti ini untuk agama dan negara. Sekali lagi, kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi anaknya. Di era digital ini, anak-anak bisa mengakses apapun, termasuk yang dapat merugikan dirinya sendiri. Tolong, pergaulan anak dibatasi, karena yang masuk ke sini, rata-rata terpengaruh pada pergaulan dan salah memilih teman,” tandasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga