Gapura, NU Online Sumenep
Selasa (22/12/2020) langit Gapura Timur berparam kabut tipis, diselingi silir angin dingin yang menjamah lembut dedaunan. Meski pemandangan tak begitu cerah, tapi tak menyurutkan para ibu untuk mengantarkan anak-anaknya ke PAUD Al-Huda guna mengikuti acara Refleksi Hari Ibu. Anak-anak pun terlihat cerah, setidaknya mereka mengerti bahwa hari itu adalah Hari Ibu dan ada sesuatu yang akan mereka berikan kepada ibu masing-masing atas arahan ibu guru.
Acara itu dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB dan dipandu oleh Siti Syarifatun Jamilah, salah satu guru PAUD Al-Huda sekaligus Ketua PC IPPNU Sumenep. Para ibu dan anak-anak tampak fokus mengikuti acara tersebut meski mereka duduk berlesehan. Tatap mereka seperti memantul cerlang harapan sekaligus rasa penasaran; kiranya hal apa saja yang harus dilakuan seorang anak kepada ibunya di Hari Ibu.
Acara tersebut terdiri dari dua sesi. Sesi pertama, tausiyah keagamaan yang diisi oleh ustaz Susiyanto Azzaki, S. Sos. I. Dalam tausiyahnya, Ustaz Susiyanto berusaha memberi pemahaman kepada anak-anak tentang kemuliaan seorang ibu. Demi memudahkan anak-anak agar cepat mengerti, Ustaz Susiyanto menggunakan teknik bercerita dan berdongeng dengan sesekali menggunakan intonasi yang lucu hingga membuat anak-anak dan para ibu tertawa ria. Selain kepada anak, Ustaz Susiyanto dalam tausiyahnya juga mengharap agar para ibu berupaya membentuk anak saleh, yang salah satu caranya adalah dengan istikamah berdoa dan memberi keteladanan bagi anak.
Sesi kedua adalah Prosesi Bakti Anak untuk Ibu. Pada sesi itu, masing-masing anak diatur berbaris rapi di depan kelas, sedang ibu mereka berada di dalam ruangan. Kemudian masing-masing anak diberi setangkai bunga oleh ibu guru, lalu setiap anak memberika bunga itu kepada ibunya masing-masing satu per satu. Saat anak memberikan bunga, si ibu memeluk anaknya dengan penuh kasih. Pada saat itulah tangis haru terdengar mengurai sebentuk peristiwa sakral di dalam ruangan. Prosesi itu semakin berkesan dan menyentuh jiwa terdalam karena diringi pemutaran lagu Iwan Falz yang berjudul “Ibu” sekaligus pembacaan puisi oleh kepala PAUD Al-Huda, Ibu Qomaris Siami.
Seusai acara, Ibu Qomaris Siami menuturkan bahwa prosesi pemberian bunga itu merupakan adegan simbolis tentang kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada ibunya.
“Sebenarnya, dalam Islam itu seorang anak harus berbakti kepada ibunya setiap waktu, tidak harus menunggu tanggal 22 Desember. Tanggal 22 Desember hanya momentum saja, supaya anak-anak semakin sadar, bahwa kehidupan mereka di dunia adalah karena perjuangan berat seorang ibu, sehingga anak wajib berbakti kepada ibu meski sebenarnya ibu sudah tulus tak mengharap balasan apa-apa atas pengorbanan dirinya kepada si anak,” ungkap perempuan kelahiran Banyuwangi itu.
Sementara Layyinah, salah seorang wali siswa sekaligus seorang ibu yang ikut prosesi itu mengaku, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena selain memberi pemahaman kepada anak tentang pentingnya berbakti kepada ibu, sekaligus acara itu merupakan bentuk penghormatan kepada para srikandi tangguh, yakni seorang ibu.
“Ibu adalah madrasah pertama bagi setiap anak, maka sejak dini anak harus memahami perihal itu melalui tahapan-tahapan dan cara-cara yang sederhana seperti memberikan bunga misalnya,” tambahnya dengan raut penuh semangat.
Pukul 11.30 WIB langit Gapura Timur mulai sedikit cerah, secerah wajah para ibu yang pulang dari acara itu dengan dada diliputi rasa kebahagiaan sembari tersenyum melihat tangkai bunga pemberian anaknya.
Pewarta : A. Warits Rovi
Editor : A. Habiburrahman

