Image Slider

Harlah Ke-37, Pagar Nusa Sumenep Gelar Ziarah Muassis NU

Kota, NU Online Sumenep

Dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Ke-37 dan 1 Abad NU, Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Sumenep menggelar napak tilas dengan menziarahi makam-makam muassis NU Sumenep, Rabu (11/01/2023).

Tiwdari Hammam, Sekretaris PC PSNU Sumenep mengatakan, kegiatan ini tidak hanya melibatkan pengurus cabang. Setiap sampai ke maqbarah muassis di beberapa kecamatan, pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) terlibat juga di dalamnya.

“Dengan membaca surat Al-Fatihah, Yasin, tahlil dan doa, kita bisa bertabaruk dan menyambung ruh pada muassis. Bagaimanapun kegiatan diniyah ini, akan menguatkan amaliyah, fikrah, dan harakah kita dalam berjam’iyah,” ucapnya, Kamis (12/01/2023).

Dijelaskan oleh bapak Tio sapaannya, ziarah ini di start dari Kecamatan Bluto, Pragaan, Guluk-Guluk, Lenteng, dan berkahir di Kota. Ia mengutarakan, ziarah dimulai dari maqbarahnya KH Moh Thaha, KH Hasyim Ali dan KH Sirajuddin, tepatnya di Bluto.

Dilanjutkan, rombongan meluncur ke maqbarah KH Baharuddin di Karduluk, Pragaan. Kemudian ke tempat peristirahatan terakhir almarhum KH Muqri, KH Ali Bakri dan KH Hammam yang posisinya berada di Pondok Pesantren Al-Muqri Karangkapoh Prenduan, Pragaan.

Tak sampai di situ, rombongan bergegas menuju ke maqbarah KH M As-Syarqawi, KH M Idris Syarqawi, KH M Ilyas Syarqawi, KH Abdullah Sajjad, KH KH M Amir Ilyas, KH A Warits Iyas, KH Ahmad Basyir AS, KH M Ishomuddin, dan KH M Tsabit Khazin. Semuanya, kata dia, berada di pesantren Annuqayah Guluk-Guluk.

Usai dari Guluk-Guluk, lanjutnya, rombongan menuju ke maqbarah KH Imam dan KH Ahmad Dahlan Imam yang ada di pesantren Karay Ganding. Kemudian menuju ke maqbarah KH Asnawi dan KH Taufiqurrahman FM di Jambu, Lenteng.

“Yang terakhir, kami akhiri di maqbarah KH Abi Sudjak di pesantren Asta Tinggi Banasokon, Kebunagung, Kota. Lalu ke maqbarah masyayikh Tarate, yakni KH Zainal Arifin, KH Usymuni. Juga ke makam KH Takiuddin Arief, KH Miftahul Arifin, Kiai Moh Ali Wafa, KH Mu’min Hanafi, dan KHR Abd Syakur,” pungkasnya.

Editor: A Habiburrahman
ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga