Batuputih, NU Online Sumenep
Mas’ad Alwie, Sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Batuputih mengingatkan tanggung jawab kader. Ditegaskan, sebagai pemuda NU, masa depan NU ada di tangan kader Ansor.
Ia menyatakan, salah satu tanggung jawab besar kader Ansor adalah memastikan bahwa NU tak akan kekurangan kader, baik secara kuantitas maupun kualitas. Dalam pandangannya, kader Ansor adalah putra sulung NU yang memiliki tanggung jawab besar dan harus siap menerima tongkat kepemimpinan NU di masa depan.
“Kader Ansor harus siap menerima tongkat estafet ini di masa yang akan datang,” ucapnya saat memberi sambutan di acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-89 Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Sabtu (29/04/2023).
Selain itu, ia mengataka, NU ibarat rumah besar yang dihuni oleh satu keluarga. Ayah, Ibu, dan beberapa orang anak. Badan-badan otonom di lingkungan NU ini yang berperan sebagai anak, pewaris sah rumah besar bernama NU.
“Jika anak-anak sudah enggan untuk pulang, dan lebih tertarik dengan rumah-rumah orang lain, bahkan lebih suka tinggal di rumah kontrakan, maka jangan salahkan jika rumah warisan leluhurnya dihuni oleh jin dan hantu-hantu,” lanjutnya.
Oleh sebab itu, ia berharap agar alumni kader Ansor, baik demisioner dari jabatan ataupun karena batasan usia, untuk berkhidmat di NU atau sesuai wilayahnya masing-masing.
Ia mengimbau pada alumni Ansor agar tidak membangun kelompok-kelompok sendiri, dan menjauh dari NU. Sebagai keluarga besar, lanjutnya, seluruh Banom terus membangun komunikasi dan kerja sama, agar lebih mudah mencapai tujuan bersama,” pintanya.
Diketahui, momentum Harlah Ansor yang rutin dihelat mulai tingkat pusat hingga ranting, dihadiri oleh masyayikh, kader Ansor dan masyarakat. Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor Badur sebagai penyelenggara mengemasnya dengan bentuk istighotsah di Asta Bharate Dusun Candi, Desa Badur, Batuputih.

