Pragaan, NU Online Sumenep
Kiai Nauvil Fairuzi, Ketua Idarah Syu’biyah Jam’iyah Ahli al-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Sumenep yang baru dilantik mengatakan bahwa menjadi pengurus Jatman baginya menuntun pengurus yang muda muda untuk belajar berdzikir.
“Ini hal baru bagi pengurus Jatman muda-muda, semoga dengan ini kami belajar mengenal Allah dengan benar,” ujarnya di acara Pelantikan Jatman di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Amien Prenduan, Ahad (03/12/2023).
Dia menjelaskan bahwa Jatman harus menjadi khadim kepada para mursyidin dan pengamal thariqah.
“Menjadi pengurus Jatman Ini bukan kebanggan yang perlu ditaruh di atas kepala tapi sejatinya sebagai khadim,” ungkapnya saat memberi sambutan.
Kiai Nauvil berkata bahwa secara organisasi, Jatman berada dibawah Nahdlatul Ulama yang selalu mengedepankan akhlakul karimah. Menurutnya, Sumenep adalah daerah bekas kerajaan tentunya harus selalu mengutamakan kultur kerajaan, dan kultur akhlak.
Dirinya mengutarakan, di kepengurusan Jatman Sumenep masa khidmah 2023-2028, banyak dari kalangan kiai muda. Tujuannya agar bisa jemput bola melayani pengamalan thariqah di tingkat kecamatan dan desa yaitu para sepuh.
Selanjutnya ia menyinggung iktisadiyah, komitmen untuk membangun kemandirian ekonomi jam’iyah, tak ingin bawa proposal kemana mana, tapi dapat membiayai kegiatannya sendiri.
“Kegiatan ini saja kami swadaya di kalangan pengurus, semata untuk menjaga marwah Jatman,” jelasnya.
Beliau juga akan bersinergi dengan pemerintah dan memohon untuk selalu mendapatkan pembinaan dari semua pihak terutama dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep.

