Pragaan, NU Online Sumenep
Kiai Fathul Huda, Rais Idharah Wustha Jam’iyah Thariqah Mu’tabarah (Jatman) Jawa Timur menceritakan pengalaman pribadinya bahwa berjuang melalui NU akan membuka keberkahan ekonomi keluarga.
Pernyatan tersebut ditegaskan saat Pelantikan Pimpinan Cabang Jam’iyah Thariqah Mu’tabarah (Jatman) Nahdlatul Ulama Sumenep, di Pondok Pesantren Al-Amin Prenduan Ahad (03/12/2023).
“Pintu barokah itu ternyata dari pengabdian,” katanya seraya menceritakan ekonomi keluarganya sebelum dan setelah berjuang di NU.
Kiai Fathul mendukung komitmen Pimpinan Jatman Sumenep yang baru saja dilantik untuk membangun kemandirian ekonomi organisasi agar tidak tergantung pada kekuatan yang lain, kekuasaan maupun kekuatan politik.
“Saya dukung komitmen kemandirian jam’iyah yang dibangun Jatman Sumenep, prinsip ekonomi itu cari kebutuhan dan cukupi, ingat ekonomi kita ekonomi ta’awun,” jelasnya sembari mengkalkulasi pergerakan ekonomi pesantren yang pernah dia jalani.
Tidak hanya sampai disitu, ia juga meminta pengurus Jatman Sumenep untuk tidak berfikir konservatif, selalu ingin miskin dan hanya memikirkan akhirat saja tanpa diimbangi kebutuhan dunia.
“Jangan takut kaya, karena banyak sahabat yang tirkahnya saat meninggal hitungan miliar bahkan triliun,” lanjutnya menyebut sahabat sahabat nabi yang kaya.
Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa semua thariqah akan membanggakan thariqahnya sendiri, karena itu maka perlu ada wadah semua thariqah yang mu’tabarah itu dalam wadah Jatman.
“Kalau kita sudah merasa lebih dari yang lain, kapan kita bisa wushul kepada Allah. Kalau mau diridhai kita mulai dari mengagumi dan mencintai, saya mengagumi Al-Amin,” jelasnya.

