Sumenep, NU Online Sumenep
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Sumenep bergerak cepat usai resmi dilantik dengan melakukan audiensi bersama PLN UP3 Madura, Senin (18/05/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep.
Rombongan Lakpesdam PCNU Sumenep diterima langsung oleh Manajer PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, didampingi tim dari PLN Nusantara Power Services.
Audiensi tersebut difokuskan pada upaya memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Sumenep, khususnya wilayah kepulauan yang hingga kini rasio elektrifikasinya masih belum mencapai 100 persen.
Ketua Lakpesdam PCNU Sumenep, Siswadi, menyampaikan bahwa kebutuhan energi listrik di kawasan kepulauan masih menjadi persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
Menurutnya, keterbatasan pasokan listrik tidak hanya berdampak pada kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga investasi daerah.
“Listrik bukan hanya kebutuhan penerangan, tetapi juga berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga investasi daerah,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan PLTMG di Saronggi menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan Madura sekaligus memperluas pemerataan akses energi bagi masyarakat kepulauan.
“Wilayah kepulauan tidak boleh terus tertinggal. Infrastruktur energi harus dipercepat agar masyarakat bisa merasakan pelayanan listrik yang lebih maksimal dan stabil,” kata Siswadi.
Selain membahas kebutuhan listrik masyarakat, Lakpesdam PCNU Sumenep juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara PLN, pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi di Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, Manajer PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi kepedulian Lakpesdam PCNU Sumenep terhadap penguatan sektor energi di daerah.
Menurutnya, PLN terus berupaya meningkatkan keandalan pasokan listrik di Madura dan wilayah kepulauan melalui berbagai program penguatan sistem kelistrikan.
“Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mendukung percepatan pembangunan sektor energi di Madura,” ujarnya.
Fahmi menambahkan, PLN terbuka terhadap berbagai masukan dan dukungan dari masyarakat guna mempercepat pemerataan layanan listrik, khususnya di daerah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup kompleks.

