Image Slider

Puisi Zainul Hasan

Polemik MBG dan KMP

Di bumi pertiwi
Dua cerita lahir dari janji
Satu bertajuk piring penuh gizi bagi anak negeri
Satu lagi koperasi desa berlabel Merah Putih penopang mandiri

Namun di lini masa, riuh tak kunjung berhenti
Niat yang luhur menjelma polemik yang membelit diri

Di satu sudut, Makan Bergizi Gratis membawa harapan hakiki
Tapi di sudut lain, isu keracunan dan besarnya anggaran jadi beban yang menghantui

Suara mahasiswa menggema mengkritik tajamnya kompromi
Mempertanyakan tata kelola dan transparansi
Takut anggaran negara habis tak tersisa lagi

Lalu Koperasi Merah Putih yang berdiri di desa menjadi saksi
Katanya jadi penggerak pasokan, penyambung asa petani di bumi pertiwi

Namun kritik berbisik tentang skema utang dan kuasa tirani
Hingga tudingan miring membuat wajah publik memerah pasrah menghadapi situasi
Antara niat tulus memotong kebocoran subsidi yang terjadi
Dan ketakutan akan bayang-bayang kuasa yang terlalu mendominasi

Sang Pemimpin terus maju melangkah pasti
Menepis narasi gagal yang dituduhkan bertubi-tubi
“Ini demi gizi anak bangsa, demi ekonomi rakyat yang kita perjuangkan sampai mati!”

Para pemikir pun berdebat, ada yang membela esensi hakiki
Ada yang menolak mentah-mentah tanpa kompromi
Sembari mengingatkan, jangan sampai korupsi kembali mencuri porsi

Kontroversi ini adalah cermin negeri yang sedang menguji diri
Antara megahnya mimpi penguasa dan realita di akar bumi

Merah Putih tetap berkibar di atas piring dan papan nama institusi
Menunggu waktu membuktikan: apakah ini maslahat nyata, atau sekadar ilusi?

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga