Kota, NU Online Sumenep
Sebagai upaya untuk mengetahui lebih dalam gagasan atau ide dasar yang dicanangkan muassis Nahdlatul Ulama (NU) KH. M. Hasyim Asy’ari, Pimpinan Cabang (PC) Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Sumenep menggelar Ngaji Kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, Rabu (20/01/2021). Kegiatan yang rutin digelar setiap Rabu sore ini merupakan rutinan dwi-mingguan yang dipusatkan di Sekretariat PC GP Ansor Sumenep.
KH. Ahmad Halimy menuturkan, dalam mukaddimah kitab ini KH. Mohammad Ishom Hadiq menyebutkan, bahwa bid’ah merupakan sesuatu yang tidak bertentangan dengan sunnah.
“Bid’ah itu pada dasarnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Misal pada saat itu ada seorang sahabat yang mengarang bacaan dalam i’tidal, maka oleh Nabi ia langsung ditegur karena bertentangan dengan sunnah,” ujarnya saat memimpin ajian kitab.
Dijelaskan bahwa sebelum membicarakan tentang bid’ah, hendaknya harus dipahami terlebih dahulu apa itu sunnah. Sebab, sunnah Nabi tidak menyalahkan atau membid’ahkan semua hal yang baru.
“Kalau tidak bertentangan maka itu boleh, jika bertentangan maka itu ditolak. Itu yang dimaksud sunnah dalam menghadapi bid’ah. Bukan lantas semua hal yang baru itu bid’ah dan ditolak. Karena pada dasarnya pemahaman seperti itu yang bid’ah. Dan Mbah Hasyim sudah sejak awal menolak kesesatan orang-orang ahli bid’ah tersebut,” jelasnya.
K. Halimy, sapaan akrabnya pun menambahkan, sebagaimana yang termaktub dalam mukaddimah kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah, bahwa orang Islam hari ini telah tercampur antara orang yang benar-benar ustadz dengan yang hanya mengaku ustadz.
“Bahkan, sesuatu yang nyata kebenarannya dalam kondisi saat ini seolah memiliki porsi yang sama dengan sesuatu yang salah. Hal ini karena banyaknya ‘fatwa’ dari orang-orang yang memiliki pemahaman yang dangkal dalam memahami Al-Qur’an dan Sunnah Nabi,” ungkap Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tersebut.
Oleh karena itu, mengkaji kitab Risalah Ahlussunnah wal Jamaah menjadi hal yang penting. Karena kitab ini menjadi hujjah dan penjelasan kepada semua orang. Serta ia akan memperoleh ketenangan dan kemulyaan apabila hal-hal yang tertulis dalam kitab ini dapat diikuti.
“Karena Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dalam kitab ini banyak mengulas tentang akidah-akidah yang benar, sesuai dengan Thoriqoh Ahlussunnah wal Jamaah,” pungkasnya.
Sebelumnya, kegiatan ini dimulai dengan shalat Ashar berjamaah, yang dilanjutkan dengan pembacaan tawassul dan tahlil yang dipimpin oleh K. Wafi, Ketua PC MDSRA Sumenep. Acara kemudian dipungkasi dengan pembacaan doa oleh K. Abdul Wasid, Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur.

