Pragaan, NU Online Sumenep
Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pondok Pesantren Nurul Huda Pakamban Laok Kecamatan Pragaan dapat dianggap sukses dalam membina para pelajar. Pasalnya, santri di pesantren tersebut tak hanya piawai dalam mengelola organisasi, namun juga memiliki keberanian dalam berekspresi di depan publik.
Hal tersebut tampak dalam pelaksanaan acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw pada Kamis (11/3/2021) pagi kemarin. Berbeda dengan kegiatan lain pada umumnya, acara yang bertempat di aula pesantren itu dipandu langsung oleh pembawa acara dengan menggunakan Bahasa Indonesia, Arab, Inggris. Mereka tampil percaya diri sekalipun disaksikan oleh para santri, dewan guru, serta majelis pengasuh.
Pujian datang salah satunya dari Ibu Mahfida inayati. “Hari ini, PK IPNU IPPNU Nurul Huda sudah mulai menampakkan kepiawaiannya dalam menggunakan Bahasa Internasional. Kami selaku dewan guru memberikan apresiasi positif atas keberanian dan kemampuan mereka,” ungkap tenaga pengajar yang juga merupakan Kasubag Tata Usaha di SMK Al-Imron ini.
Komentar senada juga disampaikan oleh KH. A. Warits Anwar. “Isra’ dan Mi’raj merupakan peristiwa perjalanan panjang Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha terus ke Sidratul Muntaha dalam waktu satu malam. Orang-orang waktu itu banyak yang tidak percaya. Maka bersyukurlah jika rekan rekanita IPNU IPPNU memperingati peristiwa ini, berarti ia termasuk orang-orang yang mempercayainya,” dawuh Pengasuh PP. Al-Imron ini.
Ach. Bintang Febrian selaku Ketua Panitia dalam kegiatan tersebut menyampaikan banyak terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya acara. “Kami sangat berterima kasih kepada para guru dan pihak lembaga yang telah mendukung penuh acara ini. Harapan kami dengan adanya acara ini kita bisa mengingat dan lebih cinta kepada Nabi Muhammad Saw,” pungkasnya.
Acara diparipurnai oleh ceramah keagamaan yang disampaikan langsung oleh Wakil Ketua MWCNU Pragaan yaitu KH. Asy’ari Khatib.
Editor: Ibnu Abbas

