Kota, NU Online Sumenep
Perkuat sinergi kelembagaan, Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep secara bertahap menggelar Safari Pergerakan ke berbagai instansi pemangku kebijakan.
Setelah sebelumnya menemui Bupati Sumenep Ahmad Fauzi di Pendopo Agung Keraton, pada Juni lalu. Kali ini kembali menggelar agenda sama dengan Kepala Polisi Resort (Kapolres) Sumenep, di Aula Susanto Polres setempat, pada Jum’at (2/7/2021) kemarin.
AKBP Rahman Wijaya, Kapolres Sumenep mengapresiasi silaturrahim yang digagas PC PMII Sumenep dengan program safari pergerakan. Menurutnya perlu diperkuat dalam hal sinergi untuk mewujudkan Sumenep lebih baik.
“Silaturrahim ini sangat baik dan bermanfaat untuk kita semua. Karena itu kami berharap ke depannya terjalin sinergi yang kuat untuk membangun Sumenep lebih aman, maju dan baik,” harapnya.
Di Markas Polres, PC PMII Sumenep menegaskan bahwa pihaknya bertujuan untuk membangun sinergi dengan pemangku kebijakan untuk menegakkan keadilan hukum. Sebab hal itu merupakan satu keniscayaan bagi suatu negara yang menerapkan sistem demokrasi.
Sementara itu, Qudsiyanto, Ketua Umum PC PMII Sumenep meminta agar penindakan hukum harus ditangani dengan serius dan adil. Tidak tebang pilih. Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
“Pelanggaran hukum di Sumenep perlu ditangani dengan serius dan adil. Jangan lagi ada kasus pelanggaran hukum kalangan elit yang mangkrak. Sementara yang terjadi di masyarakat kalangan bawah justru sebaliknya,” pintanya.
Alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep itu juga menyebutkan Asas Equality Before The Law atau perlakukan yang sama di hadapan hukum harus ditegakkan.
“Perhatikan pasal 27 ayat 1 Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Kita memiliki hak yang sama dalam penegakan hukum,” imbuhnya.
Selain soal penegakan hukum, dalam forum terbatas itu juga membahas tentang pengawalan kasus perempuan di Kabupaten Sumenep. Hal ini disampaikan Nur Waida, Ketua Korps PMII Putri (Kopri) Sumenep.
“Kasus perempuan saat ini sangat miris terjadi. Sehingga perlu adanya pengawalan yang signifikan agar mereka betul-betul mendapatkan pengamanan dan perlindungan hukum yang baik,” keluhnya.
Oleh sebab itu, menurut Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Utsmuni (STITA) Tarate Sumenep ini berharap agar terjalin sinergi yang kuat antara Kopri PMII Sumenep dengan unit yang secara khusus menangani persoalan keperempuanan di Polres Sumenep.
“Semoga ke depannya kita bisa menjalin sinergi atau kerjasama yang kuat untuk menegakkan keadilan hukum di Kabupaten Sumenep, lebih-lebih pengawalan terhadap kasus keperempuanan,” pungkasnya.
Editor: A. Warits Rovi

