Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Setelah melalui beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan bahan material hingga pada proses pembangunan, kini Rumah untuk Ibu Suniyah telah rampung. Hal itu ditandai dengan digelarnya Tasyakuran oleh NU-Care Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU) Kecamatan Guluk-Guluk, pada Jum’at kemarin (26/3/2021).
Acara yang dikemas dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kiai Majdi Tsabit, Wakil Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Guluk-Guluk, bertempat di Rumah Ibu Suniyah, Dusun Lengkong Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk.
Momentum Tasyakuran yang merupakan wujud kemanusiaan tersebut, dihadiri oleh Pengurus NU-Care LAZISNU Guluk-Guluk, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep, Pemerintah Desa (Pemdes) Bragung, Kepala Dusun setempat, Pengurus MWCNU Guluk-Guluk, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor serta masyarakat setempat.
Zahratun Ni’am, Ketua NU-Care LAZISNU Guluk-Guluk di kesempatan itu menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan bersama-sama menyukseskan proses pembangunan Rumah untuk Ibu Suniyah itu.
“Terima kasih atas kerjasama dari berbagai pihak mulai dari MWCNU Guluk-Guluk, PAC GP Ansor, PR GP Ansor, Kepala Desa Bragung, dan seluruh elemen masyarakat yang terlibat hingga pembangunan ini selesai dan layak dihuni,” ujarnya.
Lebih lanjut, Alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk Sumenep itu secara rinci di kesempatan yang sama juga menyampaikan laporan terkait hasil rekapitulasi pendanaan pembangunan Rumah untuk Ibu Suniyah yang kini telah dirampungkan.
“Selama kurang lebih tiga bulan total biaya pembangunan sebesar Rp16.620.250,-. Dana stimulan Baznas Sumenep sebesar Rp15.000.000. Donatur Rp. 495.000,-. Dan uang Koin LAZISNU Guluk-Guluk sebesar Rp. 1.125.250,-.” ujarnya membacakan laporan.
Atas kepedulian tersebut, Ibu Suniyah tentu sangat bersyukur, sebab yang semula rumah tersebut tidak layak huni, kini berkat keterlibatan NU-Care LAZISNU Guluk-Guluk, rumahnya yang hanya dihuni dengan anaknya itu telah layak huni. Bahkan dirinya mengaku bahwa pekerjaan sehari-harinya hanya menggarap sawah yang kurang produktif dengan penghasilan yang tidak seberapa.
“Alhamdulillah sekarang rumah kami yang kini telah selesai, bisa kami huni berdua, sehingga ketika hujan kami tidak kehujanan lagi,” ungkapnya penuh rasa syukur.
Hal senada juga diungkapkan Suhaimi, salah seorang keluarga Ibu Suniyah, bahwa pihaknya merasa sangat terharu. Sebab menurutnya Ibu Suniyah memang layak mendapatkan bantuan bedah rumah tersebut, mengingat rumah yang didiami sebelumnya itu kondisinya sangat memperihatinkan.
“Sekarang Ibu Suniyah sudah bisa menempati rumah yang layak untuk dihuni,” ungkapnya singkat.
Editor: Abdul Warits

