Rubaru, NU Online Sumenep
Pengajian umum dijadikan momentum penutup rangkaian kegiatan haflatul imtihan di lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Ar-Rasyid Duko, Rubaru, Sumenep, Selasa (14/06/2022) malam di halaman pesantren setempat.
Penitia menghadirkan KH Mujiburrahman, penceramah kondang asal Sampang. Pengajian umum ini dijadikan yang rangkaian acara dan prosesi wisuda kelas akhir dari tingkat Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Total keseluruhan 46 siswa kelas akhir dikukuhkan sebagai wisudawan-wisudawati dengan rincian 17 siswa RA, 14 siswa MI dan 15 siswa MTs. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Kiai Hariri Kepala MTs, Kiai Fadhlillah Kepala MI dan Nyai Unzilah, Kepala RA.
Dalam kegiatan ini terdapat sesi penganugerahan wisudawan terbaik untuk tiap jenjang pendidikan. Adapun wisudawan terbaik jenjang RA adalah Azka Adibus Soleh, putra pasangan Samsul dan Annisah, wisudawan terbaik jenjang MI adalah Naimatul Aulia, putri Sukardi dan Suraiya, sedangkan wisudawan terbaik MTs adalah Nurussobah putri Asnawi dan Badriyah.
Ketiga wisudawan terbaik tersebut mendapatkan hadiah menarik dan tropi yang diserahkan oleh panitia yang disaksikan undangan dan semua orang tua.
Kiai Hariri, Kepala MTs Ar-Rasyid berharap pada wisudawan menjadi generasi yang berkualitas tinggi dan membanggakan orang tua dan warga sekitar. “Semoga anak-anak yang di wisuda mendapatkan ilmu yang barakah, mampu berbakti kepada orang tua dan bermanfaat kepada masyarakat,” ujarnya saat memberi sambutan.
Dikatakan pula, wisudawan diharapkan menjadi pribadi yang unggul dengan ilmu yang bermanfaat, berbakti kepada orang tua dan berkontribusi dalam pembangunan umat.
Pernyataan senada disampaikan oleh Kiai Fadhlillah bahwa, hakikat wisuda ini secara substantial untuk mendorong lulusan agar terus semangat menuntut ilmu dan menggali potensi sehingga memperoleh live skill.
Prosesi wisuda dilanjutkan dengan Pengajian umum oleh KH Mujiburrahman dengan tajuk ‘Posisi Ilmu sebagai Landasan Aktivitas Manusia’. “Al-Ilmu imamul Amal. Ilmu itu merupakan pengantar dari perbuatan. Di mana perbuatan yang bernilai di hadapan Allah. Tidak akan terjadi tanpa dilandasi ilmu,” terangnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep, Kamis (16/06/2022).
Secara terpisah, Kiai Muhammad Iklil, pengasuh Ar-Rasyid mengatakan bahwa, haflatul imtihan dimaksudkan menjadi forum silaturrahim antara masyarakat dan pengelola pendidikan.
“Ini ajang silaturrahim tahunan yang mempertemukan masyarakat dan pihak lembaga dengan tahlilan dan ngaji bersama dalam pengajian umum dan syukuran kelulusan kelas akhir,” tandasnya.
Pewarta : Sulhan
Editor : Firdausi

