Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Indonesia Emas 2045 merupakan visi pemerintah untuk membangun negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur. Berbekal Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan menguasai pengetahuan serta teknologi.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Itaul Hasanah saat mengisi kegiatan kajian PIAUD dengan tajuk ‘Mengoptimalkan Perkembangan Anak Menuju Generasi Emas 2045’ yang diselenggarakan oleh pengurus Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk, Kamis (16/06/2022) di ruang laboratorium PIAUD setempat.
“Indonesia akan dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Tepat di usia Republik Indonesia ke-100, Indonesia diharapkan telah memiliki ketahanan nasional serta kepemerintahan yang tangguh dan berwibawa,” katanya mengawali penyajian.
Menurut alumni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Jadid Ganding ini, pilar impian Indonesia Emas 2045 adalah masa depan Indonesia yang diimpikan sejak lama dan tengah dalam perjalanan untuk segera diwujudkan.
“Impian Indonesia di tahun 2045 yang dicanangkan pemerintah memiliki tujuan untuk membangun negara demokratis, bersih dari korupsi, dan kuat. Melalui impian tersebut, pemerintah berharap bahwa manusia Indonesia nantinya akan tumbuh menjadi pribadi yang berpengetahuan luas, unggul di berbagai bidang, dan berbudaya,” jelasnya.
Mahasiswi Prodi PIAUD Program Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu mengatakan, untuk menyambut impian itu, maka dibutuhkan generasi emas 2045 yang mampu bersaing di era globalisasi.
“Generasi Emas adalah generasi masa depan yang perlu mendapatkan perhatian serius di era globalisasi saat ini, karena mereka mempunyai peran yang sangat strategis dalam mensukseskan pembangunan nasional,” tandasnya.
Alumni Instika Guluk-Guluk ini menambahkan, mutu generasi emas akan menjadi modal dasar bagi daya saing bangsa terutama di era masyarakat berpengetahuan. “Peningkatan mutu generasi emas hanya dapat dilakukan melalui pendidikan yang bermutu,” tambah alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Annuqayah Guluk-Guluk itu.
Lantas ia melanjutkan, untuk menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah sudah menyiapkan generasi muda unggul dan berdaya saing.
“Sebagaimana data dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bahwa di Indonesia saat ini memiliki 84,4 juta penduduk yang berusia di bawah 18 tahun. Anak-anak tersebut diharapkan menjadi generasi Indonesia Emas Tahun 2045,” lanjutnya.
Lebih lanjut Ita menjelaskan bahwa periode tahun 2010 sampai 2035 bangsa Indonesia dikaruniai potensi SDM berupa populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa. Jika kesempatan emas tersebut dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, maka populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa tersebut akan menjadi bonus demografi (demographic dividend) yang sangat berharga.
“Di sinilah peran strategis pembangunan bidang pendidikan menjadi sangat penting untuk mewujudkan hal itu, pembangunan di bidang pendidikan juga dapat dimunculkan dengan hadirnya guru-guru yang inspiratif,” imbuhnya.
Menurutnya, ada beberapa indikator yang menunjukkan seorang guru tersebut sudah mampu menjadi guru yang inspiratif bagi anak didik, seperti adaptif dengan perkembangan ilmu pendidikan, menguasai kemajuan teknologi informasi, responsif dengan tuntutan zaman, peka terhadap fenomena sosial, dan kritis dengan problematika di lingkungan pendidikan.
Ia juga menerangkan tentang konsep indikator pribadi cerdas yaitu, cerdas spritual, cerdas intelektual, dan cerdas kinestetik yang harus dimiliki oleh generasi emas 2045. “Selain itu, ada konsep indikator kompetitif berupa kepribadian, semangat, mandiri, pantang mundur, inovasi, produksi, dan mutu belajar sepenjang hayat,” sambung Ita.
Di akhir penyampaiannya, ia membeberkan tentang perkembangan otak anak untuk sampai pada tahap dewasa. “Sedangkan faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu keturunan, lingkungan, pemenuhan nutrisi, dan perawatan kesehatan,” pungkasnya.
Editor : Ach. Khalilurrahman

