Image Slider

Buku Safari, Nama Anak Saya

Bluto, NU Online Sumenep

Ketika seorang anak lahir ke dunia, salah satu tugas dari seorang ayah adalah memberi nama anaknya sebagai wujud syukur dan doa agar kelak mengharumkan nama kelurganya.

Seperti halnya dirasakan oleh Masykur Arif yang dua bulan lalu sang istri melahirkan melahirkan anak keduanya. Sebelumnya, beliau mendapat tugas dari Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) Guluk-Guluk Sumenep. Yakni membantu menerbitkan naskah buku karya K. M. Faizi yang berjudul ‘Safari: Buku Saku Perjalanan’ yang diterbitkan oleh INSTIKA Press.

Dosen Instika Guluk-Guluk tersebut merasa senang atas tugas ini. Terlebih yang akan diterbitkan adalah karya seorang kiai, seniman, bismania, Colt T120, kopi, gambus, hard rock dan heavy metal, humor sufistik dan sangat mungkin ada hal-hal lain yang berhubungan dengan beliau yang belum ketahui.

“Sebenarnya karya beliau yang sudah terbit cukup banyak. Banyak juga penerbit yang ingin menerbitkan karya-karya beliau yang belum terbit,” ujarnya pada tim media, Jum’at (20/11/2020).

Oleh karenanya, beliau yang bertugas di INSTIKA Press tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut.

“Otomatis sejak saat itu pula, judul dan bentuk buku beliau yang akan diterbitkan terus membayangi benak saya. Keinginan untuk segera menerbitkannya sangat kuat,” sargasnya.

Di tengah kesibukan mempersiapkan terbitnya buku itulah. Puteri keduanya lahir. Sehingga fokus kemudian beralih pada hal-hal yang berkaitan dengan kelahiran anaknya.

Sekitar lima hari pasca kelahiran, Ketua LP2D Instika Guluk-Guluk tersebut sowan ke salah satu pengasuh Pomdok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan, yaitu K. Halimi Ishomuddin. Tujuannya adalah mencari berkah guru untuk menamai anaknya yang baru lahir.

Kemudian, Kiai Halimi sapaannya menyodorkan kertas putih berisi dua calon nama.

“Saya heran dengan nama yang pertama, yaitu Safarina Najahah dengan tulisan Arab. Sebuah kata di nama itu yang sangat akrab di kepala saya akhir-akhir ini,” curahnya.

Ternyata, nama tersebut mengarah kepada judul buku Kiai Faizi yang sedang diproses penerbitannya.

“Kok sama, ya?,” batinnya bertanya.

Setelah mengantongi dua nama, alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut lekas pamit pulang dan segera bertemu dengan istrinya untuk memberitahukan calon nama anaknya.

“Apa hubungannya dengan buku Kiai Faizi?,” tanya sang istri usai dijelaskan kemiripan dengan buku Kiai Faizi.

Tak henti disitu, beliau memperjelas mengenai makna dari nama tersebut. Dilihat dari segi lafal ada yang sama, yaitu Safari. Hanya pada nama itu diberi tambahan dhamir (pronomina persona) ‘na’ yang berarti kita atau kami. Sedangkan kata Najahah memiliki arti sukses atau beruntung. Dengan demikian, dapat dikatakan, Safarina Najahah memiliki arti ‘Perjalanan kami sukses’.

Di balik nama itu, tentu terselip doa supaya perjalanan hidup sang pemilik nama dan orang lain yang bersamanya bisa menjalani hidup dengan sukses, beruntung, selamat serta berkah.

Sementara, jika ada orang yang bertanya, bagaimana agar safari kita atau perjalanan kita bisa meraih kesuksesan, keberuntungan, keselamatan, dan keberkahan? Kiai Faizi menjawabnya dengan cukup baik di buku itu.

“Jadi klop kan nama itu dengan buku Kiai Faizi,” jelasnya pada istri.

Sekarang buku tersebut sudah terbit. Kini nama itu sudah resmi dan tercatat di akte kelahiran sebagai nama anak yang kedua.

“Kami berharap, keduanya bisa memberikan kesuksesan, keberuntungan, dan keselamatan bagi pengguna jalan dan pengguna hidup,” pungkasnya.

Kontributor: Masykur Arif

Editor: Firdausi

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga