Image Slider

Filosofi Kata ‘Nahdlah’ di NU Menurut Kiai Azaim Ibrahimy

Dungkek, NU Online Sumenep
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR. Azaim Ibrahimy menjelaskan bahwa kata Nahdlah pada organisasi sosial keagamaan bernama Nahdlatul Ulama memiliki makna tersendiri. Menurutnya sifat Nahdlah tidak dimiliki oleh semua kiai dan ulama.

“Kata Kiai Mas Alwi, pencipta lambang NU, mengapa harus menggunakan Nahdlah, kenapa bukan jam’iyyah, atau lainnya. Karena tidak semua ulama dan kiai diberikan rejeki oleh Allah berupa Nahdlah. Atau semangat untuk bangkit,” ungkap Kiai Azaim di acara Pelantikan Pengurus MWCNU Dungkek, Rabu (28/09/2022).

Semangat untuk bangkit, menurut Kiai Azaim tidaklah dimiliki oleh setiap ulama. Karenanya, ikut andil berjuang di jam’iyah Nahdlatul Ulama adalah pilihan yang tepat untuk mewujudkan kebangkitan para ulama.

“Para ulama di NU tidak hanya sebatas menjalankan rutinitas di pesantrennya. Melainkan terus berjuang bangkit bersama menebar kemanfaatan,” tambahnya.

Ia pun menambahkan, bahwa lambang NU tidak serta-merta dibuatkan orang yang pintar melukis. Melainkan melalui isyarah mimpi yang datang kepada Kiai Mas Alwi, sang pencipta lambang.

“Ketika Kiai Mas Alwi diminta oleh Hadratussyeikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari membuat lambang NU, ada isyarat-isyarat tertentu yang diterimanya melalui mimpi,” tambahnya.

Karenanya lambang Nahdlatul Ulama tetap eksis sepanjang zaman. Berbeda dengan lambang-lambang organisasi lain yang justru di zaman ini tidak relevan, baik secara tampilan maupun filosofinya.

“Kita lihat lambang-lambang organisasi yang lain, yang sudah ada sejak dulu. Pasti tidak sesuai dengan perkembangan saat ini. Kalau lambang NU, hingga saat ini dan ke depan masih akan tetap relevan, sesuai dengan era modern saat ini,” pungkasnya.

Diketahui, acara yang berlangsung di kantor MWCNU setempat itu dihadiri Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, lembaga dan badan otonom, forum komunikasi pimpinan kecamatan, dan seluruh PRNU se-Kecamatan Dungkek.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga