Kota, NU Online Sumenep
Sidang Pleno III tentang pengesahan hasil-hasil sidang komisi pada Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PCNU Sumenep, Ahad (19/06/2022) di antaranya mengamanatkan agar pendirian dan pembentukan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU) semakin digalakkan.
Ketua Komisi Organisasi, Kiai Muhammad Syahid Munawar mengatakan, bahwa penguatan Ranting NU yang selama ini telah dan sedang dilaksanakan perlu terus dilanjutkan dengan pendampingan dan pengawasan.
“Bahkan, diharapkan juga menyasar pada pembentukan PAR NU di masing-masing Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) di setiap desa se-Kabupaten Sumenep,” ujarnya saat Muskercab NU Sumenep di Pondok Pesantren Tarate Selatan (Taretan) Pandian, Sumenep.
Dirinya menyampaikan, bahwa upaya yang dilakukan PCNU Sumenep dalam hal penguatan ranting hendaknya juga didukung dengan upaya lain dari setiap tingkatan kepengurusan NU di Kabupaten Sumenep. Upaya tersebut di antaranya lokakarya, silaturahim, turba dan lainnya.
“Sehingga diharapkan seluruh MWCNU se-Sumenep dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai ikhtiar menguatkan kelembagaan di tingkatan Pengurus Ranting NU,” imbuhnya.
Selain itu, perlu juga menentukan skala prioritas program serta pencanangan program unggulan di masing-masing MWCNU dan Pengurus Ranting NU. Guna mencapai hal ini, maka perlu menggalakkan silaturahim dan membangun hubungan baik dengan para tokoh dan pihak terkait.
“Agar upaya-upaya yang dilakukan berjalan dengan baik, maka diperlukan banyak silaturahim dengan para tokoh dan pihak terkait,” tegas Kiai Syahid.
Dalam kesempatan ini, Komisi Organisasi juga mengamanatkan soal penataan administrasi dan pendayagunaan sarana dan kantor. Di antara yang perlu dilakukan ialah melaksanakan agenda penataan kembali administrasi NU di semua tingkatan kepengurusan.
“Selain itu, masing-masing struktur kepengurusan agar dapat memfungsikan Kantor NU sebagai pusat kegiatan organisasi,” ungkapnya.
Sementara di bidang pendanaan perkumpulan, Kiai Syahid menyebutkan agar setiap tingkatan kepengurusan merintis usaha bersama yang berdampak ekonomis untuk kepentingan perkumpulan NU.
“Dan, agar hal ini berjalan maksimal, maka perlu didukung dengan adanya upaya penyusunan laporan keuangan secara akuntabel,” pungkasnya.
Editor: Ibnu Abbas

