Giliraja, NU Online Sumenep
Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep KH Hafidzi Syarbini meminta kepada seluruh pengurus NU di semua tingkatan agar tidak menggunakan atribut NU dalam kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) maupun pemilihan legislatif yang sebentar lagi akan dihadapi warga NU.
“Sebentar lagi pemilihan presiden dan legislatif. Hati-hati, pengurus jangan membawa atribut NU dalam mengampanyekan calon,” pintanya pada pengurus NU se-Sumenep.
Demikian yang beliau sampaikan saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Bahtsul Masail dan Konsolidasi PCNU Sumenep di Pondok Pesantren Nurul Huda Banbaru Giliraja, Ahad (12/11/2023).
Sikap netralitas ini harus ditunjukkan oleh pengurus NU, karena calon yang ada saat ini juga warga NU. Namun demikian, Kiai Hafidzi sapaannya mempersilahkan pribadi pengurus menggunakan hak pilih kepada siapa saja yang dianggap baik di antara calon yang ada.
“NU mengurus umat. NU bukan untuk kepentingan berkuasa. Ulama berfikir untuk kemaslahatan semua. NU itu menghargai semua, meskipun kepada orang kafir sekalipun,” ungkapnya.
Alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang ini menyitir Surat Al-Baqarah ayat 143 yang artinya.
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan, agar kamu menjadi saksi atas perbuatan manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.”
Dirinya menegaskan, menjadi pengurus NU harus berada di posisi tengah yang selalu bisa memahami perbedaan dengan adil, termasuk dalam pemilihan elektoral. Beliau juga mengingatkan warga NU untuk tidak memilih calon sebab iming-iming uang.
Memilih calon, kata beliau, bagian dari ibadah yang harus dilakukan dengan ikhlas untuk meninggikan agama Allah.
Pada kesempatan itu pula Katib PCNU Sumenep KH Muhammad Bahrul Widad juga meminta agar warga NU tidak bertengkar sebab beda pilihan.
“Memilih calon dengan ijtihadnya sendiri-sendiri, jangan bertengkar sebab beda pilihan,” tambahnya.
Editor: Firdausi

