Bluto, NU Online Sumenep
Rihlah atau turun ke bawah (Turba) merupakan penguatan Ranting sebagai pusat program NU di akar rumput, seperti di pesantren, madrasah, mushalla, masjid, dan kegiatan masyarakat lainnya.
Penegasan ini disampaikan oleh ustadz Mosa di acara Tahlil Akbar dalam rangka Hari Lahir (Harlah) NU ke 98 dan Konsolidasi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Bluto di auditorium Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bluto, Sumenep, Ahad pagi (21/3/2021).
Ketua MWCNU Bluto tersebut menjelaskan bahwa rihlah hakikatnya merupakan upaya membakar semangat pengurus ranting agar bisa menggerakkan struktur dan program secara massif, baik bersifat diniyah dan ijtimaiyah.
“Lewat Turba inilah pengurus MWCNU tahu terhadap tantangan dan persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, kita bisa menyerap berbagai macam anspirasi yang keluar dari masing-masing ranting,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Seluruh anspirasi dan problem yang disampaikan oleh warga NU, menjadi tugas bagi pengurus MWCNU dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep untuk ditindak lanjuti dan disikapi secara serius.
Usai memberikan sambutan, Kiai Kuswaedi Syafi’i yang dipercayai memberikan tausiyah keagamaan, merasa terpukul saat mendengar kabar bahwa banyak dari kalangan ulama wafat di masa pandemi.
“Bagi saya, ini pukulan telak. Karena kurang lebih 360 tokoh NU yang kharismatik dipanggil oleh Allah SWT,” kata pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rumi Yogyakarta.
Alumni Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto tersebut mengutarakan bahwa tokoh-tokoh ulama NU yang wafat adalah pemikir, penggerak organisasi, ikhlas berkhidmat, dan teguh dalam menjunjung ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.
“Semoga dengan rihlah ranting NU bisa melahirkan sosok Gus Baha baru di Kabupaten Sumenep,” pungkas pendiri jamiyah shalawat Muhibbin di Kecamatan Bluto.
Dokumen Rihlah diserahkan kepada PCNU Sumenep, yang saat itu diwakili oleh ustadz Ahmad Saheri selaku Wakil Sekretaris dan disaksikan oleh seluruh pengurus ranting.
Pewarta: Firdausi

