Image Slider

Ketua NU Pragaan Instruksikan Bentuk Pengurus Anak Ranting

Pragaan, NU Online Sumenep

Amanah Konferensi Cabang (Konfercab) Sumenep tahun lalu adalah penguatan Ranting NU. Karena kekuatan NU berada di akar rumput, yakni di tingkat desa dan dusun.

Berangkat dari kesadaran ini, KH Ahmad Junaidi Mu’arif menginstruksikan pada seluruh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Pragaan untuk membentuk Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR NU), Ahad (20/6/2021) di acara Bahtsul Masail yang dipusatkan di Masjid Al-Misbah Ming Cal Ming, Batu Jaran Laok, Pragaan Daya.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan tersebut juga menjelaskan beberapa indikator atau ciri-ciri Ranting NU yang dapat dikatakan kuat. Pertama, memiliki label atau papan nama.

“Alhamdulillah, seluruh Ranting NU di Pragaan memiliki plang (papan nama) yang terpasang di pinggir jalan,” katanya saat mengawali pengarahannya.

Ciri yang kedua, memiliki kantor sebagai pusat informasi dan administrasi.

“Mohon dilengkapi administrasinya, mulai membuat buku rapat, buku tamu, papan struktur, papan program, dan lainnya,” harapnya.

Tenaga pendidik di Pondok Pesantren Al-Ihsan Jaddung itu melanjutkannya, ciri yang ketiga adalah memiliki Badan Otonom NU, mulai dari Fatayat NU, GP Ansor, IPNU-IPPNU, dan seterusnya.

“Yang paling penting lagi adalah programnya terealisasi, mulai dari kumpulan rutinan, lailatul ijtima’, santunan yatim dan dhuafa, dan lain-lainnya,” jelasnya saat menegaskan kriteria yang keempat.

Tak sampai di situ, ciri yang kelima adalah memiliki PAR NU yang berbasis masjid atau mushola.

“Masjid dan mushola adalah sentral pengembangan ilmu Islam. Selain itu memiliki jamaah dan program kemasyarakatan,” terangnya mantap.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk tersebut mengimbau agar wadahnya segera dibentuk.

“Jika dibentuk wadah dan strukturnya, masukkan unsur kelembagaan departementasi demi menguatkan struktur keorganisasian, yakni Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU), Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU), dan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU),” ucapnya.

Menurutnya, Lakspesdam NU akan menguatkan SDM-nya, LAZISNU akan mendorong kemandiriannya, LTM NU akan menguatkan struktur ketamirannya, dan LPPNU kelak akan meluncurkan kelompok tani berbasis masjid atau mushola.

“Mengapa demikian? Karena mayoritas warga NU berprofesi sebagai petani,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, beliau menegaskan bahwa pembentukan PAR NU akan didampingi oleh masing-masing Wakil Ketua MWCNU setempat yang memiliki beban dan peran dalam menguatkan Ranting NU.

“Jangan ditunda lagi, segera bentuk PAR NU, karena ada 4 PRNU yang sudah melakukan labelisasi masjid dan mushola,” pungkasnya.

Pewarta: Firdausi
Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga