Image Slider

Kiai Annuqayah Ijazahkan Ratibul Haddad dari Mantan Rois PCNU Sumenep, Ini Penjelasannya

Pragaan, NU Online Sumenep

Sudah lama Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Pragaan memiliki keinginan terpendam untuk menghadirkan Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah ke perkumpulan bulanannya. Akhirnya, pada hari Ahad (03/01/2021) kemarin keinginan tersebut terkabulkan.

Bertempat di kediaman Ustadz Zubairi Karim Pakamban Laok, pengasuh PP. Annuqayah K. Muhammad Halimi Ishamuddin Abdullah Sajjad hadir memberikan Ijazah bacaan dzikir Ratibul Haddad.

Ratibul Haddad ini merupakan dzikir yang digubah sang mujaddid Al-Habib Syaikh Abdullah bin Alawi Al-Haddad, dan dzikir ini biasa dibacakan oleh para santri di Pondok Pesantren Annuqayah daerah Lubangsa Selatan menjelang jamaah maghrib.

Kiai Halimi mengatakan bahwa dengan rutin membaca Ratibul Haddad insyaAllah segala urusan menjadi mudah dengan idzin Allah SWT.”Insya Allah dengan Rotibul Haddad, segala urusan jadi mudah,” ucapnya saat mengawali pemberian ijazah.

Beliau menambahkan bahwa redaksi bacaan Rotibul Haddad memang tidak sama persis antara sanad yang satu dengan yang lain, tapi berdasrakan banyak perbandingan 90 persen kalimatnya relatif sama, hanya ada beberapa kalimat yang tata urutannya ditaruh didepan, ada yang dibelakang.

“Saya terima ijazah ini dari aba KH
Moh. Ishamuddin Abdullah Sajjad. Adapun aba sanad ijazahya dari Syekh Dardum Al-Padangi yang tinggal di Makkah. Hari ini saya ijazahkan ijazah aba KH. Ishamuddin AS kepada semua yang hadir,”ucapnya lagi memberi ijazah.

Beliau bercerita bahwa naskah yang asli ijazah dari ayahandanya pertama kali ditulis seorang santri bernama Umar Hakim Kape. KH. Ishamauddin AS, mantan Rais PCNU Sumenep mendapat ijazah dzikir Rotibil Haddad ini sekitar tahun1998 dari Syekh Dardum. Syekh Dardum sendiri, kata beliau dikenal seorang Syibawaih di zamannya. Beliau adalah besannya KH. Ashim Ilyas Annuqayah Guluk-Guluk.

Sebelum diijazahkan, bacaan lengkap Rotibul Haddad dibacakan seorang santri senior Annuqayah KH. A. Warits Anwar yang sekarang mengasuh PP. Nurul Huda menantu KH. Imron Syahruddin Pakamban Laok, yang biasanya secara rutin memimpin pembacaan Kitab setiap bulan.

Akan tetapi, pada kesempatan tersebut, KH. A. Warits Anwar tidak membacakan kitab Adzkiya’ karena acaranya diganti dengan Ijazah Rotibul Haddad. Untuk selanjutnya Rotibul Haddad akan dijadikan bacaan wajib pada setiap perkumpulan rutin bulanan. Dan jadi bacaan wajib santri di rumahnya masing-masing.

Pewarta : Zubairi Karim
Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga