Kota, NU Online Sumenep
Keberadaan lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan Nahdlatul Ulama merupakan satu kesatuan dari sayap perjuangan yang dikerahkan untuk menyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Hal ini dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, yang pada Selasa, (6/1/2021) kemarin, menyambangi Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat NU (PSNU) Pagar Nusa Sumenep.
Pertemuan itu dilaksanakan di kediaman Abd. Muis Ali Wafa, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Sumenep di Jalan Sultan Abdurahman, Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Dari pihak PCNU yang hadir adalah Abdul Wasid, Wakil Ketua, Ahmad Saheri, Wakil Sekretaris, dan Abdul Hadi, Wakil Bendahara. Sementara dari pihak Pagar Nusa; Abd. Muis Ali Wafa, Ketua, Tiudari, Koord. Bid. Organisasi, Gus Suharto Winato, Wakil Ketua, Ahmad Fauzi, Majelis Pendekar,
Zaini Umar, Majelis Pendekar (Guru Besar) dan beberapa asisten pelatih lainnya.
Abd. Muis Ali Wafa, mengawali sambutan di pertemuan itu dengan menyampaikan beberapa laporan mengenai perkembangan Pagar Nusa sejak masa kepemimpinannya di tahun 2018 silam hingga nanti di tahun 2023. Ia menjelaskan dengan rinci terkait hal-hal yang sudah dilakukan dan akan di lakukan ke depan.
“Program prioritas kami yang sudah, sedang dan akan dilakukan adalah pembentukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masing-masing Majelis Wakil Cabang (MWC) dan pesantren-pesantren. Sejauh ini sudah terbentuk 18 PAC, dan tinggal 3 PAC lagi yang dalam proses pembentukan. Di antaranya: Pasongsongan, Kalianget dan Batuan,” tegasnya.
Dengan dibentuknya kepengurusan anak cabang di masing-masing kecamatan itu, ia mengaku, otomatis membutuhkan tenaga pelatih yang berkompeten. Agar keberadaan PAC itu tidak hanya sebatas formalitas belaka. Namun terus berjalan lebih aktif ke depannya.
“Karena itu, setelah pembentukan PAC di MWC dan pesantren ini sudah tuntas kami lakukan, maka untuk langkah berikutnya yang akan kami lakukan adalah pelatihan pelatih. Nantinya akan kami sebarkan di seluruh anak cabang,” tegasnya penuh semangat.
Mantan Wakil Bupati Sumenep ini meminta kepada PCNU untuk mendorong dan mendukung upaya-upaya penguatan kelembagaan yang dilakukan Pagar Nusa. Salah satu yang diharapkan adalah pada saat pelatihan pelatih, meminta PCNU untuk mengisi materi-materi Aswaja An-Nahdliyah. Selain itu juga majelis ta’lim yang langsung diisi oleh jajaran Syuriah PCNU.
Lebih jauh, Abdul Wasid, selaku Wakil Ketua PCNU yang membidangi Banom menyampaikan bahwa silaturrahmi dengan banom-banom sangat penting untuk terus ditingkatkan. Selain karena untuk kepentingan koordinasi dan ketertiban administrasi keorganisasian, juga yang terpenting adalah bagaimana ke depan bisa satu arah dalam memperjuangkan dan menyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
“Silaturrahmi ini sudah ke-8 yang kami lakukan dengan banom-banom yang ada. Selain untuk kepentingan koordinasi, kami mewakili ketua yang sedang berhalangan hadir di pertemuan ini, bermaksud untuk membangun sinergi kuat dalam rangka penguatan paham ke-Aswaja-an. Tentu menyesuaikan dengan segmentasi dan target masing-masing,” ujarnya.
Pihaknya mengakui bahwa Pagar Nusa sebagai banom yang bergerak di segmen beladiri, diminati oleh banyak kalangan pemuda di tingkat bawah. Karena itu penguatan kelembagaan sampai ke tingkat ranting harus terus diupayakan.
“Saat ini, PCNU terus melakukan penguatan ranting sebagai basis NU di tatanan sosial kemasyarakatan. Apalagi Pagar Nusa ini adalah organisasi populer di kalangan bawah yang otomatis kehadirannya dinanti-nanti oleh banyak pihak. Maka penting menurut kami Pagar Nusa memberikan wadah yang memadai untuk mereka,” imbuhnya.
Mantan Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumenep itu meminta kepada pihak Pagar Nusa agar dalam hal pengelolaan organisasi lebih disinergikan dengan PCNU, sebagai satu upaya tertib administratif.
“Ketika ada kegiatan-kegiatan, kami meminta kepada pengurus Pagar Nusa untuk memberikan kami surat tembusan. Agar apabila ada pihak lain yang menanyakan terkait kegiatan tersebut kepada kami di PCNU, tentu kami bisa memberikan informasi yang akurat. Selain itu juga kami butuh untuk mendokumentasikan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Cabang,” imbuhnya.
Pewarta : Ibnu Abbas
Editor : A. Habiburrahman

