Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Bulan Ramadhan adalah tempat bagi santri untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tempat di mana seorang santri harus belajar bermasyarakat, membantu masyarakat menyebarkan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat dan memperkenalkan ciri khas kepesantrenan ataupun program pesantren.
Di bulan ini juga, mayoritas pesantren di Indonesia meliburkan kegiatan kepesantrenan. Tidak terkecuali bagi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep yang sejak hari ini, Senin (28/03/2022) hingga besok, Selasa (29/03/2022), ribuan santri putra dan putri secara bertahap berlibur ke sejumlah daerah untuk menjalani masa libur Ramadhan ini.
Sejak beberapa tahun silam, dalam rangka menjaga keselamatan santri selama perjalanan dari pondok pesantren hingga sampai ke rumahnya masing-masing, Pondok Pesantren Annuqayah menerapkan berbagai sistem maupun prosedur, seperti membentuk tim kepulangan santri di masing-masing pesantren daerah, bekerjasama dengan alumni, organisasi daerah, dan wali santri.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Kiai Ubaidillah Tsabit memberikan ragam pesan kepada seluruh santri yang akan menjalani masa libur Ramadhan ini.
“Secara khusus pesan ini, merupakan ranah pengasuh pesantren daerah masing-masing yang ada di Pondok Pesantren Annuqayah. Namun secara umum sebagaimana disampaikan dalam berbagai kesempatan oleh para pengasuh dan pemangku kebijakan di Pondok Pesantren Annuqayah,” tutur Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Nurul Hikmah Guluk-Guluk itu.
Menurut Ketua Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Sumenep ini, selama masa libur Ramadhan para santri diharapkan setidaknya menjaga dengan sebaik mungkin nilai-nilai dan akhlak kesantrian, dan mengamalkan pengetahuan yang telah diperoleh di pondok.
“Juga tetap melaksanakan kegiatan murajaah dan muthalaah pelajaran-pelajaran pondok dan sekolah, banyak membantu tugas sehari-hari keluarga, dan tidak membuang waktu dengan kegiatan yang kurang jelas manfaatnya, terutama yang banyak mudharatnya seperti jalan-jalan, bermain, serta terutama bermain gadget,” terangnya.
Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini juga berharap agar para santri dapat berpartisipasi dalam banyak kegiatan sosial keagamaan bersama masyarakat.
“Karena salah satu tujuannya, selain sebagai masa berkumpul bersama keluarga setelah sebelas bulan berada di pondok pesantren, para santri diharapkan bisa mengisi waktu selama bulan suci Ramadhan ini dengan rangkaian kegiatan ibadah bersama anggota keluarga dan masyarakat sebaik mungkin,” tegas Kiai Ubaidillah.
Di akhir penyampaiannya, Alumni Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengingatkan, ketika para santri sudah kembali lagi ke pesantren, diharapkan juga memiliki semangat baru untuk mengabdi ke pesantren.
“Kami berharap semangat belajar dan mengabdi di pesantren semakin meningkat, ketaatan dan kedisiplinan sebagai santri semakin baik, sikap kesantrian tetap terjaga, dan tidak membawa permasalahan yang mungkin terjadi di rumah atau di luar pesantren selama liburan,” pungkasnya.
Editor : Firdausi

