Pragaan, NU Online Sumenep
Lembaga Takmir Masjid Nahdhatul Ulama (LTM NU) yang bergerak di bidang pengembangan dan pemberdayaan masjid menggelar buka puasa bersama (Bukber) dengan seluruh ketua takmir masjid dan musholla se-Kecamatan Pragaan di masjid Al Ghufron Dusun Aeng Soka, Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Senin sore (26/4/2021).
Acara digelar dalam rangka konsolidasi dan silaturahim antara pengurus LTM NU Sumenep dengan para guru ngaji, kiai, dan LTM NU Mejelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan.
Kiai Wakit Norussalam mengajak kepada seluruh ketua takmir untuk memaksimalkan peran masjid dengan beragam kegiatan, seperti majelis ta’lim, kajian keislaman, pendistribusian zakat, infaq, dan shadaqah, serta layanan kesehatan.
“Jika digerakkan, maka akan menghidupkan penguatan ranting berbasis musholla. Namun untuk mencapai keberhasilan ini, dibutuhkan kebersamaan lewat dukungan dari jajaran kiai dan warga NU setempat,” ujar Ketua LTM NU Sumenep itu saat mengawali sambutannya.
Silaturrahim kemasjidan tidak hanya dilakukan di satu kecamatan saja, tetapi di tiga zona, yaitu Pragaan, Gapura, dan Kecamatan Kota. Menurutnya, kegiatan ini bukan keinginan LTM NU, tetapi menjadi komitmen bersama sehingga seluruh masjid benar-benar mandiri. Karena dalam kitab Khulasoh Nurul Yaqin, masjid di era Nabi Muhammad SAW, tidak hanya dijadikan kegiatan ubudiyah saja, tetapi terdapat aktivitas sosial kemasyarakatan, mulai dari pemberdayaan bangunan, peradaban, kajian, pendidikan, dan lainnya.
“Semuanya dilakukan di masjid. Jika disikapi serius, maka masjid akan kuat secara finansial, jamaah, dan keberadaannya dirasakan oleh warga,” sergahnya.
Dirinya tidak menginginkan kondisi fisik masjid yang jumlah jamaahnya kecil, bahkan tidak ada aktivitas sosial satu pun.
“Untuk itu, kami memiliki program rutinan yang menyapa di masing-masing kecamatan, yaitu bersih-bersih masjid (BBM) yang direalisasikan di tiga kecamatan bulan lalu. Selanjutnya pelatihan shalat sempurna dan jenazah, di mana kami akan mendatangkan tutor dari tingkat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Insyaallah pasca Ramadhan, kami akan melaksanakannya di lima MWCNU,” terangnya.
Tak sampai di situ, ada pula pelatihan muharrik masjid yang kelak akan melahirkan kader atau pendamping masjid, serta pembuatan teks khutbah Jum’at berbahasa Madura.
“Saat ini kami lagi memproses pembuatan khutbah berbahasa Madura agar bisa digunakan diberbagai masjid, terutama saat menjelang hari raya Idul Fitri. Semoga program ini bisa tertular ke pengurus setempat,” harapnya.
Di kesempatan yang sama, Kiai Zainul Hasan juga menyarankan agar kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dilaksanakan, seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, dan lainnya.
“Jadi masjid tidak hanya berkutat pada kegiatan shalat semata, tapi menjadi pusat pengembangan masyarakat. Karena masjid adalah benteng NU setelah pesantren,” ungkap Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep itu.
Di kesempatan yang berbeda, KH Zarkasyi Abdurrahim memohon kepada pengurus cabang untuk mendampingi pengurus LTM di tingkat Kecamatan agar optimalisasinya benar-benar nyata.
“Mulailah dari gerakan yang sederhana. Boleh ber-BBM, tapi jangan sampai jamaahnya ikut-ikutan bersih. Apalagi masjid kecolongan dengan masuknya faham radikalisme. Ini penting diwaspadai,” pungkas Rais MWCNU Pragaan.
Di akhir acara, kolaborasi NU Care – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Sumenep dan Pragaan menyantuni anak yatim, dilanjutkan dengan prosesi lebelisasi ke-NU-an. Piagam syahidah an-Nahdliyah diberikan kepada ketua takmir setempat oleh KH M Zainur Rahman Hammam selaku Wakil Rais PCNU Sumenep.

