Kota, NU Online Sumenep
Ada yang berbeda di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI), pasalnya pasangan atlet bulu tangkis Greysia Poli dan Apriyani Rahayu berhasil meraih mendali emas di nomor ganda putri pada Olimpiade Tokyo 2020.
Sebagaimana dilansir oleh berbagai macam media, medali emas pertama tersebut dipersembahkan untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indoensia. Bahkan Presiden RI, Ir H Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin sangat terharu atas kemenangannya. Hal ini disampaikan secara langsung melalui video call.
“Saya benar-benar tidak bisa berbicara apa-apa sekarang. Kami di sini dan berhasil menang mendali emas. Rasanya tidak bisa diungkapkan,” kata Greysia Poli sebagaimana dilansir antaranews.
“Saya sungguh tak percaya bisa sejauh ini. Karena yang saya pikirkan bagaimana bisa terus maju melewati tantangan yang ada,” tutur Apriyani Rahayu.
Berangkat dari prestasi atlet bulu tangkis yang mengharumkan Indonesia, mantan atlet bulu tangkis pesantren, Moh Farid merasa bangga atas prestasi yang ditunjukkan oleh mereka.
“Saat kami masih muda, saya sering didelegasikan untuk mengikuti beragam perlombaan di tingkat Kecamatan dan Kabupaten. Sekarang saya sudah tua, kami berharap kalangan santri bisa maju ke gelanggang perlombaan. Semoga harapan kami menjadi catatan penting bagi para pesantren, terlebih Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pesantren terbesar,” harap alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Rabu (4/8/2021) di kediamannya.
Tak hanya itu, mens sana in compore sano, yang artinya dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.
“Sebenarnya kalimat bahasa Latin yang tak asing lagi dalam Mapel Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) sejak dulu diejawantahkan oleh Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari saat menentang penjajahan dan merebut kemerdekaan Indonesia dengan jiwa yang kuat. Terima kasih kadonya,” tandasnya.
Editor: Firdausi

