Pragaan, NU Online Sumenep
Sepuluh peserta yang mewakili Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU se-Pragaan, Sumenep mengikuti lomba kuliner yang berbahan dasar singkong dan pisang serta wedang pokak di aula Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) setempat, Kamis (05/01/2023) kemarin.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Pragaan Ny Hj Najmah Hammam menjelaskan, lomba kuliner yang berbahan dasar singkong dan pisang, memiliki tujuan khusus. Yakni, agar Nahdliyat mencintai kearifan budaya lokal. Di mana masyarakat pedesaan memanfaatkan kekayaan alam yang ada di lingkungannya dan dijadikan camilan.
“Berhubung singkong dan pisang tumbuh di perkebunan warga. Kami berinisiatif mengadakan lomba ini guna menyemarakkan dan berpartisipasi di moment 1 Abad NU. Satu di antara kedua bahan dasar ini dijadikan makanan yang menarik,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jum’at (06/01/2023).
Lebih lanjut, paradigma masyarakat dalam bertani singkong, banyak hasil panennya dijual ke pasar, dibuat kolak, dan dikonsumsi sendiri dengan bhuje cabbih (garam dan cabai). Begitu pula pisang, dijadikan pisang goreng dan dijual ke pasar. Pembelilah yang merasakan kenikmatannya.
“Mengapa singkong dan pisang yang tumbuh di lingkungannya dijadikan makanan yang berwarna dan bervariasi. Siapa tahu ide yang digagas pengurus menjadi makanan favorit keluarga dan berpotensi secara ekonomi. Setidaknya anak-anak kita yang candu membeli jajanan serba instan berkurang,” harapnya.
Menurutnya, terkadang orang tua terjebak pada makanan instan dan berdampak malas untuk mengolah hasil tani yang ada di kebunnya. Sehingga anak-anak lebih banyak jajan di luar rumah dan tidak tertarik pada makanan buatan sendiri.
“Lomba ini akan menggali potensi kader, yang nantinya bisa dicintai anak dan dipasarkan,” tuturnya.
Tak sampai di situ, baginya wedang pokak salah satu jenis minuman yang berkhasiat jamu. Karena bahan-bahannya mengandung rempah-rempah yang bisa menghangatkan tubuh, menambah stamina tubuh bagi pria dan wanita dewasa.
“Cocok sekali untuk cuaca ekstrem seperti sekarang ini. Dinginnya cuaca akan menghangatkan tubuh di sela-sela bersantai ataupun beraktivitas,” katanya saat memberikan keterangan.
Sepanjang ini, kata dia, pihaknya akan mengadakan pembinaan agar ibu-ibu Muslimat tahu dalam marketing. Untuk masuk dalam hal itu, ada beberapa hal yang harus dibenahi, seperti cita rasa, keawetan makanan, keemasan, dan sebagainya, yang memang butuh pembinaan secara ekstra.
“Insyaallah bakal tindak lanjut pasca lomba ini. Kami akan mengadakan pelatihan khusus bagi ibu-ibu yang hobby di urusan dapur atau memasak,” paparnya.
Lomba Shalawat Qiyam
Selain lomba kuliner, ada pula rangkaian lomba dalam menyongsong 1 Abad NU, yaitu lomba shalawat qiyam, Jum’at (06/01/2023). Dijelaskan oleh Ny Najmah, tujuan lomba tersebut untuk mendekatkan diri pada baginda nabi lewat membumikan shalawat.
Ditegaskan, ini bukan sekedar lomba biasa. Tentunya memiliki harapan besar agar lebih dekat dengan baginda nabi, menyambung ruh, menjaga sanad, dan mengharap syafaatnya di dunia hingga akhirat.
“Barang siapa yang bershalawat walaupun hanya sekali, maka Allah akan membalas 10 kali. Bayangkan berapa bait shalawat yang akan dilantunkan oleh peserta. Kami yakin, barakah akan terguyur pada kita,” pungkasnya.
Diketahui, setiap pemenang mendapatkan hadiah hiburan. Sedangkan pemberian trophy, akan diberikan pada hari puncak 1 Abad NU yang jatuh pada Februari 2023.

