Image Slider

MWCNU Pragaan Nyatakan Siap Bentuk Pengurus Anak Ranting

Pragaan, NU Online Sumenep

Berangkat dari instruksi yang disampaikan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep tentang penguatan Ranting NU dan pembentukan Pengurus Anak Ranting Nahldatul Ulama (PAR NU), maka instruksi tersebut harus ditindaklanjuti oleh seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep. Bahkan pernah disampaikan langsung oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) saat melakukan Turun ke Bawah (Turba) bulan lalu.

Berangkat dari kesadaran ini, pengurus MWCNU Pragaan mengadakan rapat konsolidasi Syuriyah dan Tanfidziyah di kediaman KH Sakdani Bahar, Dusun Tengginah, Desa Larangan Perreng, Selasa malam (15/6/2021).

KH Asnawi Sulaiman menceritakan bahwa di masa kepemimpinannya Ra Kholis, Pragaan pernah membentuk PAR NU di setiap dusun.

“Kami meminta kepada kepengurusan kali ini untuk membuka data lama,” pinta kiai sepuh yang saat ini menjabat di kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatuk Ulama (JQH NU) Sumenep.

Hal senada juga disampaikan oleh Kiai Hasbullah Marzuq, Ranting binaannya akan mencoba untuk membentuk PAR NU berbasis masjid dan mushola, karena memiliki jamaah dan program rutinan yang sampai detik ini terus berjalan.

“Insyaallah kami akan memulai dari mushola Kiai Junaidi yang kebetulan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) telah memasang labelisasi NU di masing-masing mushola, dan juga di beberapa titik,” ungkap Wakil Ketua MWCNU Pragaan itu.

Di kesempatan yang sama, KH Ahmad Junaidi Mu’arif juga mendukung upaya tersebut, karena berdasarkan instruksi atasan, MWCNU bisa memulainya dengan membentuk PAR NU berbasis mushalla. Apalagi Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Jaddung dikatakan layak membuka PAR NU.

“Kriteria Ranting NU kuat, yaitu memiliki papan nama, sekretariat, Badan Otonomnya lengkap, memiliki program yang bersifat diniyah dan ijtimaiyah, dan programnya terealisasikan. Sebagaimana disampaikan oleh pendamping Ranting NU Jaddung, di momen Hari Raya Idul Adha, pengurus ranting akan menyembelih 17 ekor sapi,” terangnya mantap.

Suasana yang semakin dingin, akhirnya KH Zarkasyi Abdurrahim angkat bicara. Menurutnya, pembentukan PAR NU masih bersifat eksperimentatif. Rais MWCNU Pragaan tersebut menyarankan agar fokus pada Ranting NU yang dikatakan layak membentuk wadah yang sistem organisasinya mirip dengan dusun. Hal ini dilakukan sebagai percontohan dan bisa dievaluasi bersama-sama.

“Jika kita membentuk PAR NU secara serentak, sangat imposibble sekali. Karena ada beberapa Ranting NU yang masih belum kuat,” sergahnya.

Tak sampai di situ, secara faktual, mayoritas mushola memiliki jamaah yang notabenenya dari kalangan anak-anak.

“Menurut kami, bentuklah PAR NU berbasis dusun. Karena di dalam AD/ART menyatakan demikian,” harapnya.

Menanggapi saran dan masukan dari anggota musyawirin, Kiai Moh Dardiri manambahkan, yakni meminta kepada pengurus setempat untuk melakukan Turba lagi. Tujuannya adalah melakukan studi kelayakan dalam pembentukan PAR NU.

“Masing-masing Wakil Ketua, sudah istiqamah menjalankan amanah ini. Beliau turun langsung ke Ranting NU dan membina lembaga binaannya. Oleh karenanya, mohon kekompakannya untuk menyeleksi Ranting NU yang layak dibentuk PAR NU,” tegasnya.

Kiai Hambali Makhtum selaku pimpinan sidang menarik kesimpulan bahwa pembentukan PAR NU dipasrahkan pada PRNU setempat dengan didampingi dan disupport oleh Wakil Ketua yang membidanginya.

“Pembentukan PAR NU adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Sekretaris MWCNU Pragaan itu.

Rentetan acara rapat konsolidasi, antara lain: evalusi dan laporan seluruh Wakil Ketua, rencana pembentukan PAR NU, Kartanu, serta pembentukan jadwal piket kantor.

Pewarta: Firdausi
Editor: Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga