Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Maraknya penyebaran Covid-19 di seluruh penjuru dunia, membuat seluruh aktivitas macet, terutam kegiatan pendidikan dan pelatihan yang sering digelar NU dan Badan Otonom (Banom) NU.
Berangkat dari permasalahan ini, Abd Warits selaku Koordinator Bidang (Korbid) Pengkaderan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menegaskan bahwa Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU) bisa digelar lagi, mengingat banyak permintaan dari berbagai kalangan dan butuh terhadap model pendidikan NU yang mampu melahirkan kader yang militant, berkualitas, dan memahami tatakelola organisasi.
Hal ini disampaikan pada acara Bahtsul Masail PCNU Sumenep, Sabtu (13/6/2021) di Pondok Pesantren Mathla’un Najah Angsana, Bragung, Guluk-Guluk, di hadapan seluruh Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep.
“Perbedaanya saat ini adalah panitia dan peserta wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir atau memakai hand sanitizer, dan mengkomnsumsi suplemen demi menjaga daya imun tubuh saat pra maupun pendidikan berlangsung,” katanya yang disampaikan di sidang Komisi Tanfidziyah Bahtsul Masail Cabang.
Tak sampai di situ, panitia sudah membetuk tim teknis pelaksanaan dan penentuan zona demi mempermudah komunikasi dengan panitia lokal.
“Jadwal atau pelaksanaan akan ditentukan dalam rapat. Jika final, kami akan mengkomunikasikan pada tuan rumah. Sebelum itu, kami akan mengadakan pertemuan dengan tim lokal untuk membicarakan teknis, mulai administrasi, tempat, dan lainnya,” imbuhnya.
Mantan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Sumenep itu menegaskan, konstribusinya naik dan peserta minimal 40 orang, 70% dari lokal dan 20% dari luar.
“Tentunya, Pra PKP NU wajib digelar sebelum pelaksanaan berlangsung. Intinya calon peserta jangan mengeluh dan membanding-bandingkan dengan tahun sebelumnya, karena model pendidikannya sama, hanya saja yang berbeda dilaksanakan di masa pandemi,” tambahnya.
Pewarta: Firdausi
Editor: Ibnu Abbas

