Kota, NU Online Sumenep
Bagi Nahdlatul Ulama, kekuatan jama’ah dan jam’iyah menjadi hal mendasar yang harus tetap dirawat, agar keberadaannya mampu bertahan di tengah gempuran tantangan perubahan zaman. Memasuki usia abad kedua, organisasi sosial keagamaan ini ingin mewujudkan kemandirian, baik di bidang ekonomi, maupun lainnya.
Oleh karena itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep menginisiasi kegiatan selama Ramadhan dengan cara melibatkan semua elemen struktur NU. Baik di tingkatan cabang, seluruh lembaga dan badan otonom, hingga Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Sumenep.
Melalui kegiatan NU Sumenep Menyapa, panitia yang bentuk dan di-SK langsung oleh PCNU Sumenep itu mengajak dan mendorong semua MWCNU untuk bersama-sama hadir menebar manfaat kepada masyarakat, tentu dengan kegiatan tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, A. Quraysi Makki mengatakan, bahwa kegiatan NU Sumenep Menyapa bertujuan untuk membangun solidaritas antar elemen struktur NU. Baik di tingkat cabang maupun wakil cabang. Bahkan juga dengan badan otonom di masing-masing tingkatan.
“NU ini sangat kuat. Basisnya maupun SDM pengurusnya. Artinya, untuk membangun kemandirian bahkan juga peradaban, kita sangat bisa. Tinggal bagaimana kekuatan yang ada kita himpun bersama,” ujarnya kepada NU Online Sumenep, Rabu (20/4/2022).
Menurut Ketua NU Care LAZISNU Sumenep itu, kekuatan NU yang ada perlu dihimpun dan dirapatkan barisannya, baik secara jamaah maupun jam’iyah. Maka, kegiatan NU Sumenep Menyapa hadir untuk menguji sejauhmana solidaritas antar elemen struktur NU itu terbangun kuat.
“Kita harus kuat, baik secara jamaah maupun jam’iyah,engan semua lembaga dan badan otonom, juga dengan MWCNU. Ini bagian dari upaya kita mmbangun solidaritas,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Panitia Pelaksana, Nurus Syamsi. Ia mengatakan, bahwa kegiatan NU Sumenep Menyapa dibagi habis ke seluruh MWCNU se-Sumenep. Ada tiga agenda pokok yang disiapkan. Pertama, Doa Bersama 2022 Anak Yatim. Kedua, Buka Bersama 1000 Guru Ngaji. Dan Ketiga, Berbagi dengan 1000 Janda.
“Ini kita bagi rata dengan semua MWCNU. Sehingga masing-masing MWCNU ini kebagian 80 anak yatim, 40 guru ngaji dan 40 janda,” ungkapnya.
Sekretaris Lakpesdam PCNU Sumenep itu menegaskan bahwa panitia pelaksana sejauh ini terus melakukan konsolidasi dengan semua MWCNU terkait persiapan kegiatan tersebut. Seperti di MWCNU Kalianget, Batang-Batang, Dungkek, dan lainnya.
“Sejauh ini Alhamdulillah semua MWCNU bergerak. Ada yang sudah siap, ada yang masih dalam tahap persiapan, dan pada intinya semua nanti terlibat,” imbuhnya.
Ia berharap, kegiatan NU Sumenep Menyapa betul-betul mampu menyapa warga NU di Sumenep. “Semoga kegiatan ini bisa menuai manfaat, tidak hanya kepada kita, melainkan juga kepada semua warga NU di Sumenep,” pungkasnya.
Editor: A. Habiburrahman

