Image Slider

Perkuat Literasi, Annuqayah Latee II Gelar Seminar Motivasi Membaca

Guluk-Guluk, NU Online Sumenep

Pondok Pesantren Annuqayah Latee II Guluk-Guluk Sumenep menggelar seminar motivasi membaca untuk memperkuat literasi sekaligus menambah wawasan dan kualitas santri di mushalla setempat, Jum’at (25/09/2026).

Seminar tersebut menekankan pentingnya menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Hadir sebagai penyaji KH Asy’ari Khatib. Ia mengaitkan pentingnya membaca dengan perintah Allah dalam Surat Al-‘Alaq ayat pertama.

“Perintah membaca tidak cukup hanya Iqra’, tetapi juga Bismi Rabbika Alladzi Khalaq. Jadi, membaca harus disertai dengan nama Allah,” jelasnya.

Menurutnya, membaca perlu menjadi kebiasaan karena santri juga menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Berbagai informasi dan budaya dari luar pesantren dapat diterima secara cepat dan instan.

“Budaya membaca penting agar santri mempunyai wawasan yang luas. Dengan begitu, informasi yang diterima tidak langsung ditelan, tetapi bisa dicerna dari berbagai sudut pandang,” ungkapnya.

Kiai Asy’ari Khatib berharap kebiasaan membaca dapat membentuk pola pikir santri yang lebih berkualitas dan selektif dalam menerima informasi.

“Santri jangan hanya menyerap informasi secara instan. Bacalah berbagai sumber, kemudian telaah dan bandingkan agar kita mempunyai pengetahuan yang lebih luas,” tuturnya.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah santri juga mengungkapkan kendala dalam membangun kebiasaan membaca. Di antaranya rasa malas dan kecenderungan memilih-milih buku yang ingin dibaca.

Menanggapi hal tersebut, Kiai Asy’ari menegaskan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. “Kalau problemnya ada pada diri sendiri, maka diri sendiri juga yang harus mengatasinya,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut membaca terkadang membutuhkan unsur paksaan pada tahap awal.

“Membaca itu memang terkadang mengandung unsur paksaan. Kalau kita memaksakan diri untuk membaca, sekalipun hanya membaca resep masakan, lama-lama kebiasaan membaca akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.

Kiai Asy’ari Khatib mengutarakan bahwa upaya membangun budaya membaca juga bisa didukung dengan tersedianya buku-buku yang diminati santri di perpustakaan.

“Perpustakaan Latee II menyediakan buku-buku yang diminati santri. Setidaknya dari upaya ini, kita bisa membangun kebiasaan membaca agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor: Lukmanul Hakim

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga