Kalianget, NU Online Sumenep
Di acara Bahtsul Masail Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalianget pada Minggu, (6/6/2021) kemarin di Masjid Baitul Hannan, Desa Marengan Laok, juga dilakukan sesi pelantikan Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kalianget.
Hadir dalam acara itu, Pimpinan Wilayah (PW) Pergunu Jawa Timur, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Sumenep, Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Kalianget, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Kalianget, serta lembaga dan banom.
Melalui Surat Keputusan (SK) nomor 8.1/PC/SK/PERGUNU/29/V/2021, jajaran kepengurusan PAC Pergunu Kalianget sebanyak 20 orang secara resmi dikukuhkan oleh Ustadz Surya Fajar Rasyid selaku Pengurus PW Pergunu Jawa Timur.
Ustadz Muhammad Sholeh Shobari, Ketua PC Pergunu Sumenep berharap kepada jajaran pengurus yang baru saja usai dilantik agar eksistensi Pergunu harus mampu di sinergikan dengan elemen struktural NU lainnya dalam rangka menguatkan ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah an-Nahdliyah melalui dakwah di bidang pendidikan.
“Eksistensi Pergunu di Kalianget diharapkan dapat bersinergi dengan elemen NU lainnya di Kalianget untuk memperkokoh Aswaja an-Nahdliyyah, khususnya dalam dakwah NU di lembaga pendidikan serta mampu berperan dalam peningkatan kompetensi para guru,” ujarnya Kepada NU Online Sumenep, Minggu (6/6/2021). .
Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, Ustadz Sholeh menambahkan bahwa perlu dituangkan dalam program kerja strategis sesuai dengan bidang yang ada dalam struktural Pergunu. Serta menjalin kerjasama eksternal dengan berbagai stakeholder.
“Harapan selanjutnya adalah PAC segera menyusun dan melaksanakan program kerja strategis sesuai dg bidang-bidang yg ada dlm struktur organisasi PAC dan menjalin kerjasama dg stakeholder,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Imam Syafi’i, selaku Ketua PAC Pergunu Kalianget menuturkan bahwa pihaknya bertekad akan meningkatkan kualitas dan profesionalitas guru NU di Kalianget, baik yang formal maupun non formal.
“Untuk itu langkah awal yang akan kita lakukan adalah perlunya mengadakan pertemuan rutin minimal satu bulan sekali, dengan mengundang pemateri baik dari dalam Pergunu sendiri maupun dari luar sebagai upaya terus mengembangkan profesionalitas guru,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, seminar-seminar keguruan dan ilmu pendidikan akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Hal itu menjadi sangat penting dalam meningkatkan kualitas guru. Sehingga mampu memberikan dampak positif bagi kepada Pergunu sendiri maupun kepada masyarakat secara umum.
Tidak kalah penting juga adalah mengenalkan para guru-guru NU dengan sistem informasi digital. Karena itu, Syafi’i mengaku juga akan mengadakan pelatihan Ilmu Teknologi (IT) agar mampu menjawab tantangan kemajuan zaman.
Editor: A. Habiburrahman

