Image Slider

Wakil Ketua NU Sumenep Ulas Empat Indikator Ranting NU Kuat

Gapura, NU Online Sumenep
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Kiai A. Dardiri Zubairi menyampaikan ada empat indikator Ranting NU yang masuk kategori kuat. Menurutnya, bilamana empat indikator tersebut mampu dicapai ranting, maka sudah bisa dikatakan sebagai ranting NU yang kuat.

“Ada empat indikator Ranting NU kuat. Bila ini mampu dicapai, ya sudah bisa dikatakan ranting yang kuat,” ujarnya saat memberikan pengantar dalam forum permusyawaratan PCNU Sumenep dengan Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Gapura, Ahad, (7/8/2022).

Empat indikator tersebut antara lain, pertama, PRNU harus memiliki struktur kepengurusan. Minimal dari jajaran Syuriah maupun Tanfidziyah. Bahkan bila memungkinkan, ada struktur kelembagaan dan badan otonom.

“Kedua, memiliki kegiatan rutin atau kumpulan. Dalam hal ini seperti Lailatul Ijtima’. Rutin dilaksanakan bersama masyarakat, sehingga manfaatnya pun dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” tambahnya.

Masyaikh Pondok Pesantren Nasy’atul Muta’allimin, Gapura itu menambahkan, indikator yang ketiga adalah adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dalam artian, program kerja yang dilaksanakan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Seperti santunan, khitanan massal, dan beberapa kegiatan lainnya yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.

Kemudian yang keempat, PRNU memiliki kantor atau sekretariat. Namun, kantor yang dimaksud bukan sebagai tujuanm melainkan sebagai alat untuk mempermudah kegiatan pelayanan masyarakat.

Lebih jauh Kiai Dardiri, sapaan akrabnya pun mengingatkan beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menjalankan roda organisasi di tingkat ranting. Salah satunya mengambil keputusan atau kebijakan melalui musyawarah.

“Tidak boleh mengambil keputusan sendiri-sendiri. Harus melalui musyawarah mufakat. Jangan sampai Rais tidak tahu, atau sebaliknya. Jadi harus mengambil keputusan secara organisatoris,” pintanya.

Dengan demikian, iklim yang sehat akan terwujud dalam tatanan struktur organisasi. Kemudian, PRNU juga disarankan untuk giat melakukan silaturahim. Selain dengan sesama pengurus, juga kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat merasa diayomi,” terangnya.

Menurut Kiai Dardiri, PRNU juga harus mampu membaca dan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat. Tentu untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Baik itu berupa sumber daya manusia (SDM), ekonomi, dan sebagainya.

“Memanfaatkan potensi yang ada di warga untuk kepentingan warga juga,” pungkasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga