Image Slider

Puisi MH. Dzulkarnain*

Celoteh Anak Petani

aku anak seorang petani
gemar mereka-reka terik matahari
sawah, palung kolam, pohon-pohon jati
dan sungai berdinding semak-semak duri
adalah cikal-bakal kaum petani

jemari-jemari kami enggan sukar dari bersih
buat apa bersih, jika bersih pun tak tentu suci
tubuh kami telah dan selamanya akan bersih;
bersih dari jepretan wartawan
bersih dari sketsa dasi-dasi kedustaan
bersih dari lumut peradaban
juga bersih dari kesucian para tuan-tuan

di bumi ini, tanah yang “gemah ripa loh jenawih”
ilmu pun kami curi dari kawanan padi
dengan makna serat sabda nabi
dan cericit burung-burung pipit
mewakili rintih kami pada Sang Ilahi

Annuqayah Mata Pena, 2021

Di Tubuh Sajadah

Zikir-zikir tumpah
Di tubuh sajadah
Merayu Tuhan
yang masih gundah dengan hambanya
Do’a-do’a merayap dari dinding ke jendela
Dari jendala ke plafon rumah
Dan di sanalah ia bertemu dan bertamu
Pada seorang kekasih yang sedang menyeduh rindu

Annuqayah Mata Pena, 2021

Ibu

Begitu banyak penyiar dan penyair
Membangun rumah dengan kerikil-kerikil zikir
Tempatmu ibu…
Mencuci cangkir hidupku yang fakir

Annuqayah Mata Pena, 2021

 Ayah

Pada tulang bajamu
Kami berteduh utuh
Pada saku dadamu
Kami hidup layaknya benalu

Annuqayah Mata Pena, 2021

*) MH. Dzulkarnain nama pena dari Noer Moch Yoga Z. Pemuda kelahiran Sumenep, 16-06-2003. Alamat rumah Desa Gunung kembar Kec. Manding Kab. Sumenep, Santri PP. Annuqayah Daerah Lubangsa , Siswa kelas akhir MA 1 Annuqayah, Aktif di Organisasi Daerah ‘IKSAPUTRA’ (Ikatan Santri Pantai Utara), dan salah satu Masyarakat  ‘Majelis Sastra Mata Pena’. Buku Antologi bersamanya: Menjadi Sajak Jarak (2020); Ajher (2020); Antologi DNP 11 KHATuLISTIWA (2021). Dan pernah dimuat di koran Jawa Pos Radar Madura (JPRM); Majalah Sidogiri (Sya’ban1442).

 

 

 

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga