Guluk-Guluk, NU Online Sumenep
Ketika santri sudah pulang ke rumahnya masing-masing saat liburan pesantren, maka tidak harus libur total. Karena di manapun berada, statusnya adalah santri.
Hal itu disampaikan langsung oleh Habib Abdul Qadir bin Zaid Ba’abud saat mengisi ceramah keagamaan dalam acara Penutupan Haflah Akhir Sanah (Hasanah) Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri Guluk-Guluk Masa Bakti 2021-2022, Jum’at (18/03/2022) di halaman pesantren setempat.
“Kaum perempuan 2 kali lipat kewajibannya dalam menuntut ilmu daripada laki-laki. Dari itu, bersyukurlah kalian ditakdirkan oleh Allah SWT untuk menjadi seorang santri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath At-Taqwa Kraksan, Probolinggo ini mengulas tentang 4 alasan pentingnya pendidikan bagi perempuan.
“Pertama, perempuan itu Asbabul Qawiyyi li Qiyamil Mustaqbal, artinya perempuan itu menjadi penyebab terkuat untuk generasi bangsa dan agama di masa depan,” tuturnya.
Dirinya menyatakan, perempuan adalah prajurit Islam. Karena pemimpin bangsa ini ada di tangan perempuan. Jika perempuan memperhatikan betul pendidikannya, maka akan terlahir generasi bangsa yang istimewa.
Tak hanya itu, ia menegaskan, ulama terdahulu tidak mungkin alim kecuali dididik baik oleh ibunya. Dari itu, jadilah perempuan yang bagus dan matang.
“Ibarat buah Mangga yang matang di pohonnya, mesti banyak orang yang senang dan ingin memakannya. Maka dari itu, perempuan harus bisa meniru buah Mangga yang matang dengan mendalami ilmu di pesantren sebagai bekal pulang ke masyarakat,” sambungnya.
Penceramah asal Kraksan, Probolinggo itu mengungkapkan, jika perempuan mampu menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT, maka Allah akan mengirimkan kepadanya laki-laki yang shaleh, taat, dan tampan untuk menjadi jodohnya.
“Alasan kedua, karena perempuan itu Al-Wazir Lishalihiyyatil Usrah, artinya perempuan adalah perdana menteri untuk rumah tangga. Baiknya rumah tangga ditentukan oleh seorang perempuan,” lanjutnya.
Tak sampai di situ, ia mewanti-wanti kepada para perempuan agar jangan terburu-buru dalam memilih pasangan. Karena, barangsiapa yang terburu-terburu hingga belum sampai waktunya, maka akhirnya akan kacau balau.
“Ketiga, yaitu perempuan A’dhamul Fitnah, dalam artian perempuan itu fitnah yang paling besar,” tegasnya.
Beliau menyitir hadits Nabi SAW, ‘Aku tidak meninggalkan fitnah yang paling besar daripada fitnah perempuan’. Ini berarti, menurutnya, misalkan di suatu desa ada 100 laki-laki yang nakal dan 1 orang perempuan nakal, maka yang 100 laki-laki itu akan kalah dengan godaan dan rayuan gombal seorang perempuan.
“Alasan keempat, perempuan itu adalah elemen yang sangat lembut, lemah dan mudah ditipu oleh laki-laki,” terangnya.
Dari hal itu, Habib Abdul Qodir mengajak kepada kaum perempuan agar tidak mudah digoda oleh laki-laki dan bawa perasaan (Baper) ketika dia menyatakan isi hatinya.
“Harus dilihat dulu, apakah si laki-laki itu bermaksud baik atau hanya memainkan perasaan saja,” tandasnya.
Editor : Firdausi

