Image Slider

Tiga Jawaban Kader NU Saat Ditanya Tentang Pancasila

Gapura, NU Online Sumenep

M. Suyuti, Katib Majelis Wakil Cabang Nahdhatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gapura mengatakan bahwa ikut organisasi NU diniatkan untuk mengikuti jejak para guru dan para Muassis NU. Di hadapan kader Ansor, ia menegaskan ada tiga jawaban kader NU jika ditanya tentang Pancasila.

“Ikut NU itu ikut guru. Kalau ikut guru dalam berNU tidak akan keluar dari Nahdhatul Ulama. Wasiat guru harus dipegang. Karena wasiat untuk masuk NU bukan bahasa yang main main. Seorang guru pasti bertanggung jawab penuh di hadapan Allah,” katanya saat mengisi Ngaji Pancasila pada kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Anshor Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Grujugan di Mushalla Darul Hasan pada Jumat (03/5/2022) malam.

Ia menambahkan bahwa berdirinya NU melalui pendekatan spiritual taqarub kepada Allah dan tidak langsung menjadi Nahdhatul Ulama. Berdirinya NU bukan karena analisis ekonomi politik dan lainnya.

“Membaca isyarat berdirinya NU
Harus mengikuti apa yang dikatakan oleh para guru dan para Muassis Nadhatul Ulama. Takut NU dijadikan untuk tujuan tertentu dan kepentingan, atau memanfaatkan NU,” lanjutnya.

Menurutnya, ada tiga jawaban yang harus menjadi pegangan bagi kader NU ketika ditanya tentang Pancasila. Karena Pancasila setidaknya berkutat pada tiga poin penting.

“Pertama, Pancasila tidak bertentangan dengan syariat. Karena tidak ada satu dalil pun yang bertentangan dengan syariat. Kedua, Pancasila selaras dengan syariat. Karena isi dari Pancasila banyak diterangkan di dalam Al-Quran dan Hadits,” tambahnya.

Sedangkan, jawaban yang begitu berat adalah Pancasila adalah sebagai syariat itu sendiri. Sebab Pancasila merupakan bagian dari Wahyu. Karena semua sila banyak yang diterangkan dari Al Qur’an dan Hadits.

Lebih lanjut, ia menggaris bawahi bahwa ketiga jawaban tersebut bukan dari sisi kesamaan teks tetapi ditinjau dari kesamaan isi yang bisa dipadukan dan selaras dengan apa yang terkandung di dalam syariat.

Ia berpesan kepada seluruh kader Ansor agar Jangan mudah keluar dari NU dalam keadaan apapun.

“Kita tetap dalam naungan Nahdhatul Ulama. Yang penting tidak keluar dari barisan. Soal ada gesekan dan perbedaan itu pasti terjadi sebagaimana kambing yang tidak keluar dari barisannya.” Pungkasnya.

Editor : Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga