Image Slider

Dilantik, Ranting Pagar Nusa Daeng Masalle Diharap Tingkatkan Loyalitas

Dungkek, NU Online Sumenep

Pengurus Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Ranting Daeng Masalle Pulau Giliyang, Dungkek resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) PSNU Pagar Nusa Sumenep, Kiai Abdul Muiz, Rabu Malam (15/06/2022) di halaman setempat.

Kiai Muiz mengatakan, kader Pagar Nusa harus tunduk terhadap ulama dan NU. Sebab NU adalah induk organisasi dari Pagar Nusa. Karena itu, sepak terjang kader Pagar Nusa tetap berkiblat kepada ulama dan NU, serta harus loyal. Apapun yang terjadi, jika ada panggilan NU, maka semua harus dikesampingkan.

“Menjadi pesilat Pagar Nusa harus sigap, siap membela ulama kapanpun diperlukan. Tidak boleh mundur sejengkalpun jika konteksnya membela ulama,” ujarnya dengan semangat.

Menurutnya, jasa ulama begitu besar di negeri ini. Tidak ada yang menyangsikan loyalitas ulama dan NU terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Ulama sangat mencintai keutuhan NKRI. Apapun taruhannya, ulama berada di barisan terdepan jika Pancasila dan NKRI ada yang merongrong. Semangat itu pula yang harus dimiliki oleh pesilat Pagar Nusa,” urainya.

Di kesempatan yang sama, Moh Tiwdari Hammam, Sekretaris PSNU Pagar Nusa Sumenep juga menegaskan, Pagar Nusa tidak semata-mata menggodok orang dengan ilmu beladiri tapi juga mengajari akhlak. Sopan santun diajarkan dalam bentuk praktik dalam tingkah laku sehari-hari.

“Bagaimana yang muda harus menghormati yang tua, yang tua harus menyayangi yang muda,” jelas alumni Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk itu.

Ketua IX Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) Pusat ini menyatakan, pihaknya ke depan akan menyolidkan struktur kepengurusan Pagar Nusa di semua tingkatan. Karena itu, ia berharap agar antar pesilat saling menguatkan satu sama lain, menjaga kerukunan, dan jangan menimbulkan perpecahan.

“Ciri-ciri seorang pesilat (Pagar Nusa), pantang membuat keributan, pantang menjelek-jelekkan sesama pesilat. Kalau ada yang seperti itu, maka sesungguhnya dia bukan pesilat yang sejati,” tandasnya.

Alumni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-Guluk ini mengingatkan, tak kalah pentingnya dalam berorganisasi adalah loyalitas yaitu patuh dan tunduk pada aturan organisasi. Pagar Nusa itu terbuka bagi siapapun untuk bergabung ke dalamnya dengan catatan harus ikut aturan yang berlaku dalam organisasi silat milik NU itu.

“Kalau sudah masuk Pagar Nusa, jangan setengah-setengah. Mulai dari pakaian hingga benderanya, harus Pagar Nusa. Jangan ada bendera lain,” pungkasnya.

Editor : Ach. Khalilurrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga