Lenteng, NU Online Sumenep
Ketika diberi amanah untuk menjadi pengurus Nahdlatul Ulama di berbagai tingkatan, maka niatkanlah untuk menjadi bagian dari jam’iyah ini. Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari telah menjamin siapa saja yang berkhidmat di NU akan diakui sebagai santri dan didoakan husnul khatimah.
“Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan khusunul khatimah beserta keluarganya,” kata KH Ali Tsabit Habibi menirukan wasiat KH Hasyim Asy’ari, Senin (17/10/2022).
Pesan ini disampaikan Kiai Tsabit kala memberikan Mauidhah Hasanah pada acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lembung Barat, Lenteng di kediaman Ustadz Usymuni.
Wakil Rais Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ganding ini menegaskan bahwa apa yang dipesankan Hadratussyaikh tersebut sebagai motivasi sekaligus doa bagi para aktifis.
“Oleh sebab itu, yang pertama kali harus ditata adalah niat. Apalagi kala berkhidmat di NU pastinya tidak akan menerima bayaran. Tapi percayalah, kalau kita membantu agama Allah, termasuk aktif di NU ini, maka Allah SWT akan menolong dengan membukakan rejeki dari pintu yang lain,” katanya.
Baginya, NU didirikan oleh para kekasih yang memang memiliki kedekatan kepada Allah SWT. “Ketika kita membantu para kekasih Allah, maka pasti Allah SWT juga akan membantu kita,” terang Guru Madrasah Aliyah (MA) 1 Annuqayah Guluk-Guluk ini.
Pengasuh Pondok Pesantren Mahasinul Akhlak Desa Larangan, Ganding ini menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang disambut gembira oleh pamannya sendiri yakni Abu Lahab. Siapa sangka dakwah Rasulullah SAW kelak paling ditentang oleh pamannya sendiri.
“Saking gembiranya Abu Lahab dalam menyambut kelahiran keponakannya itu, dia memerdekakan seorang budak bernama Tsuwaibah di hari kelahiran Nabi. Atas tindakannya ini meski status Abu Lahab adalah seorang kafir, dia mendapatkan keringanan siksa kubur dan siksa neraka tiap hari Senin,” jelas Kiai Tsabit.
Namun sebagaimana diterangkan dalam berbagai literatur, dakwah Nabi Muhammad SAW ditentang oleh Abu Lahab secara terang-terangan. Bahkan Abu Lahab pernah berencana membunuh Nabi lantaran tidak terima dengan ajaran Islam yang dibawanya
“Jika Abu Lahab yang non-muslim dan Al-Qur’an jelas mencelanya seperti disebutkan dalam Surat Al-Lahab mendapat keringanan siksa lantaran ungkapan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah SAW, maka bagaimana dengan orang yang beragama Islam yang gembira dengan kelahiran Rasulullah SAW,” ujarnya.
Karena itu, sebagai umat Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya bergembira dengan kehadiran manusia agung sebaik-baik utusan Allah SWT agar kelak mendapatkan syafaatnya di akhirat.
“Salah satu bentuk kecintaan terhadap Rasulullah SAW yaitu dengan membaca shalawat kepada nabi. Selain itu, meneladani akhlaknya, dan mengikuti sunnahnya,” pungkas alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur itu.
Acara dihadiri oleh Kepala Desa Lembung Barat, Fauzi, tokoh masyarakat sekitar, dan Badan Otonom (Banom) setempat.
Editor: Firdausi

