Image Slider

Narkoba, Pelajar, dan Tahun Baru

Oleh: Moh Fajar Siddiq

Di era hedonisme ini banyak sekali pergaulan bebas di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pelajar. Salah satu masalah terbesar di kalangan pelajar saat ini adalah narkoba. Penyalahgunaan narkoba sangatlah marak dan sangat mudah ditemukan. Banyak sekali pelajar yang terjebak narkoba, dengan berbagai latar belakang mereka mencari jalan keluar dengan cara menggunakan narkoba.

Narkoba juga menyebabkan berbagai penyakit. Mulai dari HIV/AIDS, overdosis, hepatitis B dan C, gangguan pada hati dan ginjal, gangguan paru-paru dan pernapasan, serta gangguan jiwa. Penyakit ini menular lewat berbagai perantara, seperti jarum suntik yang digunakan bersama.
Narkoba saat ini sangat mudah diakses di berbagai tempat, dikarenakan banyak sekali pengedar narkoba yang berkeliaran di daerah kota sampai pelosok desa di Kabupaten Sumenep ini. Banyaknya pengedar narkoba dan mudahnya penyelundupan narkoba dari luar Sumenep, membuat Kabupaten Sumenep ini semakin keruh dikarenakan hari demi hari pengguna narkoba semakin meningkat.

Dari data yang disebutkan Polres Sumenep, hingga saat ini telah berhasil mengungkap 89 kasus narkoba dengan 137 orang tersangka. Dengan rincian, 130 orang laki-laki dan 7 orang perempuan, dengan barang bukti narkoba seberat 307,16 gram sabu-sabu dan 10 butir pil inex. Data rehabilitasi korban narkoba hingga saat ini berjumlah 29 orang. Dengan rincian, rehabilitasi di BNNK Kabupaten Sumenep berjumlah 3 orang, di Pesantren Al-Is’af Kalabaan Guluk-Guluk 13 orang, di Pesantren Sabilul Huda Ganding 6 orang dan rehabilitasi di Masjid Hidayatullah, Desa Totosan Kecamatan Batang-Batang 7 orang. Mayoritas pengguna Narkoba yang terdapat ialah 58% dari kalangan Pelajar. Lokasi penangkapannya bervariasi. Tidak hanya di kawasan Sumenep daratan saja, tapi juga di daerah kepulauan.

Jangan sekali-sekali mencoba narkoba. Musuh tidak perlu mengirimkan pasukan dalam jumlah besar, cukup dikirim narkoba saja sudah bisa melemahkan keamanan dan ketahanan suatu bangsa. Maka, hukuman mati bagi gembong narkoba adalah hal yang tepat.

Selain itu, narkoba juga merusak tatanan masyarakat. Sebab, narkoba akan memunculkan kejahatan lainnya yang bisa mengacaukan sistem dan tatanan masyarakat. Kapolres juga mengimbau kepada orang tua, agar mengawasi dan mengarahkan pergaulan putra-putrinya supaya tidak terjerumus menjadi pecandu barang haram tersebut.

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumenep mengimbau kepada semua kader IPNU Sumenep untuk mencegah pelajar merayakan tahun baru dengan hura-hura. Apalagi selama ini pergantian tahun selalu identik dengan balap liar, dan kegiatan negatif lainnya, seperti mabuk-mabukan, konsumsi narkoba dan lain sebagainya.

Dari pada merayakan tahun baru dengan hal-hal yang negatif, lebih baik kita isi dengan hal-hal yang positif, seperti melakukan peringatan haul Gus Dur di tanggal 30 atau 31 Desember 2020. Selain untuk meningkatkan tali silaturahim, kegiatan ini juga mengharapkan kader-kader bisa menerima hikmah dan keteladanan atas pemikiran serta perjuangan Gus Dur.

Selain itu, PC IPNU Sumenep mengharapkan agar kader IPNU di Sumenep selalu berperan aktif untuk kemajuan dan kebaikan bangsa. Serta konsisten dalam menumbuhkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kalangan pelajar. Setidaknya dengan kegiatan ini, kader IPNU mampu memberikan manfaat bagi pelajar NU di Sumenep.

*) Mahasiswa INSTIKA Guluk-Guluk dan Wakil Sekretaris Bidang Kaderisasi PC IPNU Sumenep.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga