Kota, NU Online Sumenep
Sekolah Menengah Atas Swasta Nahdlatul Ulama (SMAS NU) Sumenep menggelar pemilihan Ketua Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) periode 2026–2027, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun tersebut menjadi bagian dari pendidikan demokrasi bagi siswa. Melalui pemilihan secara langsung, para siswa diajak untuk memahami proses berdemokrasi, menggunakan hak suara, serta belajar menentukan pemimpin secara bertanggung jawab.
Kepala SMAS NU Sumenep, Sri Farida Hartatik, dalam sambutannya mengajak seluruh warga sekolah untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan menggunakan hak pilih secara bijak. Ia menegaskan bahwa pemilihan ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.
“Ini merupakan momentum bagi kita untuk belajar secara nyata menggunakan hak suara di SMA tercinta. Gunakan hak suara dengan bijak, tidak ada yang golput, dan lakukan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Menurut Sri Farida, pemilihan ketua IPNU dan IPPNU tidak hanya menjadi ajang menentukan pemimpin organisasi, tetapi juga ruang bagi siswa untuk menyampaikan gagasan, ide, dan pendapat. Proses tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa dalam berpartisipasi serta mengembangkan budaya demokratis di lingkungan sekolah.Ia juga berharap kepemimpinan yang terpilih nantinya mampu menghadirkan semangat kreativitas dan inovasi yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
“Tentu saja, kami berharap kegiatan ini melahirkan kepemimpinan yang membawa semangat kreativitas dan inovasi yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Sumenep, Annisa Fillatul Khoirah, mengapresiasi terselenggaranya pemilihan pimpinan komisariat tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan organisasi pelajar NU di lingkungan sekolah.
Ia menyampaikan bahwa PC IPNU dan IPPNU Sumenep siap memberikan pendampingan kepada kepengurusan baru, terutama dalam proses perekrutan anggota, penyusunan struktur kepengurusan, hingga pelaksanaan berbagai agenda organisasi ke depan.
“Kami selaku pengurus IPNU dan IPPNU Sumenep akan memberikan pendampingan, terutama dalam perekrutan anggota, penyusunan struktur kepengurusan organisasi, serta berbagai agenda yang akan dilaksanakan ke depannya,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, SMAS NU Sumenep diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan pelajar yang mampu menjalankan roda organisasi, tetapi juga membentuk siswa yang memiliki kesadaran demokrasi, keberanian menyampaikan gagasan, serta tanggung jawab dalam mengambil keputusan.
Dengan demikian, organisasi IPNU dan IPPNU dapat menjadi ruang pembelajaran bagi pelajar untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat karakter kepemimpinan, dan menumbuhkan semangat berkhidmat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

