Dungkek, NU Online Sumenep
Pimpinan Ranting ( PR) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Desa Lapa Laok, Kecamatan Dungkek melaksanakan rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA). Acara ini dipusatkan di kediaman Syaiful Bahri, Jum’at (01/01/2021).
Majelis yang dibuka dengan pembacaan tahlilan tersebut dipimpin oleh Ustaz Dafir, Sekretaris Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) desa setempat. Kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab Fathul Qorib yang dipandu H. Fathollah, Ketua MDSRA PR GP Ansor Lapa Laok. Turut hadir dalam kegiatan itu Baidi Rasyid, Fikri Syah dari Pimpinan Cabang (PC) Ansor Sumenep, Syarwini dari PAC Ansor Dungkek, dan seluruh pengurus PR GP Ansor Lapa Laok.
Pengajian kitab yang disampaikan oleh H. Fathollah tersebut menerangkan tentang beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang wanita yang sedang haid. Diantaranya ialah Tidak boleh memegang dan membaca Alquran, kecuali dibaca dalam hati (dengan catatan Hafidzah yang tetap ingin mengingat hafalannya) atau sebagai zikir dan tidak boleh berdiam diri dalam masjid.
“Selain itu, tidak boleh diceraikan saat masa haid, karena dikhawatirkan akan memperpanjang masa iddah, serta tidak boleh digauli,” jelasnya.
Tamam Musrab, Ketua PR GP Ansor Lapa Laok menyampaikan, keberadaan ansor tidak hanya untuk kaum pemuda yang ada dalam organisasi saja. Tetapi juga bisa dirasakan keberadaannya di masyarakat.
“Ansor yang melestarikan tradisi NU, juga harus dirasakan keberadaannya oleh elemen masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Fikri Syah Wakil Ketua 1 PAC GP Ansor Dungkek juga menyampaikan, selain memiliki visi kepemudaan, keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan, Ansor juga memiliki visi kemanusiaan dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat.
“Selain punya visi kepemudaan, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Kita juga memiliki tanggung jawab visi kemanusiaan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat”, pungkas pria yang juga pengurus PC GP Ansor Sumenep ini.
Pewarta: Rais Amin
Editor: A. Habiburrahman

