Giliraja, NU Online Sumenep
Momen Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan dengan baik oleh mayoritas masyarakat untuk merajut tali silaturahim. Tidak hanya antar anggota keluarga jalinan silaturahim juga terjadi di antara rekan satu madrasah atau pondok pesantren seperti yang dilakukan oleh para alumni Madrasah Aliyah (MA) Nurul Islam Karangcempaka Bluto angkatan tahun 2002 pada Selasa (18/5/2021) kemarin.
Mereka menggelar reuni di kediaman Moh. Sahlan desa Banbaru Giliraja untuk melepas rindu antarteman satu angkatan. Karena baru pertama kali diletakkan di kepulauan, tentu saja kegiatan tahunan ini mendatangkan kesan penting bagi para peserta, utamanya yang berasal dari Sumenep daratan. Kesan tersebut salah satunya dirasakan oleh Anni Fadilah.
“Seumur hidup saya tidak pernah ke Giliraja. Kalau bukan karena jalinan persahabatan sesama alumni satu angkatan, mungkin saya tidak akan datang ke pulau ini. Semalam saya masih membeli obat anti mabuk dan mengajak suami untuk menemani. Tapi alhamdulillah, semua terbayar tuntas karena bisa bernostalgia dan berbagi pengalaman dengan teman-teman,” ucap Anni, nama panggilannya.
Hal serupa juga dialami oleh Arifah. “Sebenarnya saya berencana tidak hadir ke acara reuni mengingat kondisi suami yang masih belum pulih dari sakitnya. Sebelum berangkat ke sini, saya pamit dulu ke beliau dan alhamdulillah diizinkan,” tutur perempuan yang kini sedang menjabat sebagai Kepala Desa Karangcempaka itu.
Sementara itu Moh. Sahlan selaku tuan rumah mengungkapkan kebahagiaannya karena acara reuni berlangsung dengan lancar. “Saya senang sekali karena cuaca sangat cerah, dan ombak tak begitu besar. Teman-teman juga banyak yang hadir meski tidak semuanya. Semoga tahun depan bisa lebih kompak lagi,” harapnya.
Acara reuni diisi dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang dikhususkan kepada para pengasuh, guru, alumni, serta para sesepuh yang telah meninggal dunia. Setelah bincang-bincang santai dan ramah-tamah, pukul 14.00 peserta reuni pulang ke kediaman masing-masing dengan membawa harapan semoga tahun depan bisa bersua kembali.
Editor : Ach. Khalilurrahman

