Image Slider

Hari Jadi ke-17, Kilas Balik Lahirnya BMT NU Jatim

Gapura, NU Online Sumenep

Maraknya praktik rentenir dan merosotnya kondisi perekonomian warga, serta kelembagaan NU yang belum mandiri, membuat pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gapura merasa prihatin. Oleh karena itu, melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) MWCNU Gapura, didirikanlah lembaga keuangan pada 1 Juli 2004 silam.

Namun demikian, setiap tantangan dan kesulitan selalu mengiringi langkah perjuangannya untuk mendapatkan kepercayaan, baik di internal pengurus maupun masyarakat secara umum.

Di periode awal, aktivitas keuangan dan pelayanan dilakukan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Baik di jalan, pasar, lapangan, bahkan di rumah anggota yang sedang dilayani. Termasuk dalam hal administrasi keuangan, Masyudi mengaku dikerjakan bersama di rumahnya sendiri bersama pengurus lainnya.

“Kenyataan ini, mengharuskan kami bekerja keras guna meyakinkan masyarakat, bahwa BMT NU benar-benar dapat bermanfaat bagi peningkatan usaha kecil dan menengah. Serta dikelola secara profesional dan bebas dari praktik riba,” ungkap Masyudi.

Namun demikian, tantangan kembali menghampiri perjuangan mereka. Sebab saat itu, ada banyak koperasi keuangan yang mati di tengah jalan dan simpanan para anggotanya lenyap. Bahkan ujung-ujungnya hanya menguntungkan pengurusnya saja. Kenyataan ini membuat masyarakat pesimis dan sulit memberikan kepercayaan.

Hal tersebut, menurut Masyudi, sama sekali tidak menyurutkan semangat para pengurus untuk totalitas memberikan pelayanan terbaik kepada anggota. Mereka istiqamah mendatangi rumah masyarakat untuk diajak menjadi anggota BMT NU.

“Siang sampai sore pengurus mencari peminjam sekaligus menyerahkan pinjamannya. Sedangkan malam hari mencari penabung dan anggota, setelah itu mengerjakan administrasi keuangan hingga larut malam,” kenangnya.

Semangat, loyalitas, dan motivasi tinggi para pengurus itulah yang membuat BMT NU tetap istiqamah menanamkan kepercayaan kepada masyarakat. Bahwa kehadirannya murni demi meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Alhasil, perjuangan para pengurus kemudian membuat BMT NU semakin berkembang. Hal itu terlihat dari modal awal yang hanya Rp400.000, lima bulan kemudian meningkat menjadi Rp2.172.000, dengan laba bersih Rp42.000. Dan pada saat ini sudah mencapai Rp 419 Milliar.

Secara resmi lembaga keuangan itu bernama Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT NU Gapura dengan badan hukum, dengan nomor: 188.4/11/BH/XVI.26/435.113/2007, dengan akta notaris nomor: 10 tgl. 04.05.2007.

Kemudian karena eksistensinya yang terus berkembang mengharuskan diri untuk mengupdate lavelnya ke tingkat Kabupaten. Tak lama dari itu kembali beralih status ke KSPP Syariah BMT NU Jawa Timur dengan akta perubahan nomor: 21 tgl. 18.12.2015.

Kiai Darwis Ghalib, salah seorang pendiri, sebelumnya tidak pernah menyangka BMT NU akan besar seperti sekarang. Pihaknya mengaku, bahwa sejak awal hanya sebatas menjalankan tugas dengan sebaik mungkin.

“Ini merupakan anugerah yang wajib disyukuri dan pastinya hati ini sangat bahagia,” ungkap Kiai yang tengah menjabat Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Sumenep itu.

Dirinya juga merasa, bahwa kemajuan tersebut juga karena dialiri barokah dari para pendiri Nahdlatul Ulama. Meski dengan fasilitas minim, tidak menyurutkan semangat para pengurus untuk meningkatkan loyalitas. Sembari membulatkan tekad untuk terus menebar manfaat.

“Di awal-awal berdirinya sampai tahun 2010 kita benar-benar miskin fasilitas, namun kami kaya dengan loyalitas dan militansi untuk terus mengembangkan BMT NU,” terangnya.

Di usianya yang sudah beranjak dewasa dan tak lagi muda, membuat BMT NU harus berbenah diri mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya dalam hal sistem teknologi informasi, yakni digitalisasi sistem keuangan.

Selamat Hari Jadi ke-17, semoga terus menebar bermanfaat!

Editor: Ibnu Abbas

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga