Image Slider

Februari Bulan Kelahiran Hadaratussyekh

Oleh: Firdausi

Setiap tanggal 14 Februari, seluruh nahdliyin mengingat hari kelahiran sosok ulama yang memperjuangkan tegaknya Sang Merah Putih. Beliau adalah Hadaratussyekh KH M Hasyim Asy’ari yang lahir pada tahun 1871. Ulama kharismatik tersebut lahir di Gedang Jombang, Jawa Timur. Hadaratussyekh putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya Kiai Asy’ari dan ibunya Nyai Halimah.

Ayahnya Kiai Asy’ari berasal dari Demak, Jawa Tengah, memimpin sebuah pesantren Keras di sebelah utara Jombang. Asal-usul keturunannya tidak dapat dipisahkan dari riwayat kerajaan Majapahit dan kerajaan Islam Demak. Dari garis ibu merupakan keturunan kedelapan dari penguasa Kerajaan Demak Islam, Jaka Tingkir, Sultan Pajang pada tahun 1568, yang merupakan putra Brawijaya VI, penguasa Majapahit pada saat itu. Ada yang mengatakan Brawijaya VI adalah Kartawijaya atau Damarwulan dari perkawinannya dengan Putri Champa yang akhirnya melahirkan Lembu Peteng (Brawijaya VII). Sedangkan kakeknya Kiai Usman pengasuh Pondok Pesantren Nggedang, utara Jombang.

Mbah Hasyim menghabiskan sebagian masa kecilnya di lingkungan pesantren. Sebagaimana santri lainnya, beliau mengenyam pendidikan pesantren sejak usia dini. Sebelum berumur 6 tahun, Kiai Usman (kakeknya) merawatnya, hingga mencapai usia 15 tahun. Ayahnya memberinya dasar-dasar Islam, khususnya membaca dan menghafal al-Qur’an. Jenjang pendidikan selanjutnya ditempuh di berbagai pesantren. Pertama kali beliau nyantri di pesantren Wonokojo di Probolinggo, kemudian pindah ke pesantren Langitan, Tuban. Lalu beliau pindah lagi ke pesantren Trenggilis, Semarang. Belum puas lagi, ia menimba ilmu di Kademangan Bangkalan, yakni pesantren yang diasuh oleh Syaikhona Kholil. Terakhir, sebelum beliau belajar ke Makkah, beliau nyantri di pesantren Siwalan Panji, Sidoarjo yang diasuh oleh Kiai Ya’qub.

Rupanya Kiai Ya’qub kesemsem berat kepada pemuda yang cerdas dan alim itu, hingga menjadikannya menantu atau menikahkan Kiai Hasyim dengan putrinya yang bernama Chadidjah yang berumur 21 tahun kala itu. Di pesantren inilah, Mbah Hasyim terakhir mondok dan melanglang buana diberbagai pesantren atau dalam bahasa falsafah Jawa adalah luru ilmu kanti lalaku (mencari ilmu adalah dengan berkelana atau santri kelana).

Setelah mengakhiri pembelajarannya di berbagai pesantren, beliau (bersama istrinya) belajar ke Makkah selama 7 tahun dan menetap di sana. Beliau berguru kepada sejumlah ulama, seperti Syaikh Ahmad Amin al-Aththar, Sayyid Sultan ibn Hasyim, Sayyid Ahmad ibn Hasan al-Aththar, Syaikh Sayyid Yamay, Sayyid Alwi ibn Ahmad al-Saaqaf, Sayyid Abbas Maliki, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, Syaikh Makhfudh at-Tarmisi, Syaikh Rahmatullah, Syaikh Ibrahim Arab, Syaikh Said Yamani, Syaikh Sholeh Bafadlal, dan Sayyid Husein Al-Habsyi. Di masa remajanya, beliau pernah nyantri pada KH Muhammad Saleh Darat, Semarang.

Selama beliau di Makkah, prestasi Mbah Hasyim sangat menonjol, sehingga ia mendapatkan kepercayaan untuk mengajar di masjid al-Haram. Beberapa ulama terkenal dari berbagai negara tercatat pernah belajar kepada kiai Hasyim, antara lain: Shaykh Sa’d Allah al-Maymani (mufti di Bombay India), Shaykh ‘Umar Hamdan (ahli hadits di Makkah), al-Shihab Ahmad bin ‘Abdullah (Syiria), KH Abdul Wahab Chasbullah (Tambakberas Jombang), KH R Asnawi (Kudus), KH Bisri Syansuri (Denayar Jombang), dan KH Saleh (Tayu).

Pada tahun 1899, beliau kembali ke Indonesia dan mengajar di pesantren leluhurnya, baru kemudian beliau mendirikan pesantren sendiri di sekitar daerah Cukir, Pesantren Tebuireng, pada tanggal 6 Februari 1906. Di pesantren inilah beliau banyak melakukan aktivitas kemanusiaan sehingga beliau tidak hanya berperan sebagai pemimpin pesantren secara formal, tetapi juga menjadi pemimpin masyarakat secara informal.

Aktivitas beliau di bidang sosial lainnya adalah mendirikan organisasi Nahdlatul Ulama bersama ulama besar Jawa seperti KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Bishri Syansuri, dan masih banyak lagi yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu, pada tanggal 31 Januari 1926 M/ 16 Rajab 1344 H. NU awalnya dikembangkan untuk merespon wacana khilafah dam gerakan purifikasi yang ketika itu dikembangkan oleh Rasyid Ridla di Mesir, tetapi pada perkembangannya organisasi tersebut melakukan rekonstruksi sosial keagamaan yang lebih umum.

Selain itu beliau juga berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dengan mengajak santri untuk melawan penjajah. Fatwa Resolusi Jihad yang isinya adalah hukum membela negara dan melawan penjajah, hukumnya fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap mukallaf yang berada dalam radius 88 kilometer. Bagi yang gugur di medan peperangan, dihukumi syahid. Wajar jika Mbah Hasyim ditetapkan sebagai pahlawan nasional dan namanya sampai sekarang harum di kalangan masyarakat.

Sebagai seorang intelektual, beliau telah menyumbangkan sejumlah literatur yang berharga bagi pengembangan peradaban, yaitu: Adab al-alim wa al-muta’allim fima Yahtaj Ilahi al-Muta’allim; Ziyadat Ta’liqat, Radda fiha Mandhumat al-Syaikh ‘Abd Allah bin Yasin al-Fasurani allati Bihujuubiha ‘ala ahl Jam’iyyah Nahdlatul Ulama; Al-Tanbihat al-wijabat li man yashna’ al-maulid al-mukarat; Al-risalat al-jam’iat, sharf fiha ahuwal al-mauta wa asyirath al-sa’at ma’ bayan mafhum al-sunnah wa al-bid’ah; Al-Qalaid fi bayan ma yajib min al-aq’id; Al-nur al-mubin fi mahabbah sayyid almursalin, bain fihi ma’na al-mahahbbah lirasul allah wa ma yata’allaq biha man ittaba’iha wa ihya’ al-sunnatih; Hasyiyah al-fath al-rahman bi syarth risalat al-wali ruslan li syaikh al-islam zakariya al-anshari; Al-dur al-muntasirah fi masail al-tis’i asyrat, sharf fiha masalat al-thariqah wa al-wilayah wa ma yata’allaq bihima min al-umur al-muhimmah li ahl al-thariqah; Al-tibyan fi al-nahy ‘an muqathitah al-ikhwan, bain fih ahammiyat shillat al-rahim wa dhurar qat’iha; Al-risalat al-tauhidiyah, dan wahiya risalah shaghirat fi bayan ‘aqidah ahl sunnah wa al-jama’ah.

*) Ketua LTN NU Sumenep dan Dosen INSTIKA Guluk-Guluk

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga