Image Slider

Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 Besok, Ini Imbauan LFNU Sumenep

Batuan, NU Online Sumenep

Gerhana Bulan Total akan terjadi pada malam Kamis, 15 Syawal 1442 Hijriyah atau 26 Mei 2021 Masehi di sejumlah daerah di Indonesia. Untuk wilayah Sumenep sendiri dapat diamati mulai waktu Shalat Maghrib sampai pukul 20:49 WIB. .

Dikutip dari pers release yang disebar oleh Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep melalui platform WhatsApp tentang Gerhana Bulan Total tersebut dituliskan rincian waktu permulaan hingga berakhirnya.

Mulai penumbra pada pukul 15:50 WIB, mulai umbra pada pukul 16:45 WIB, mulai gelap pada pukul 18:12 WIB. Kemudian puncak Gerhana Bulan Total diperkirakan akan terjadi pada pukul 18:19 WIB.

Durasi kurang lebih sepuluh menit bayangan gelap bumi akan menyelimuti sinar bulan. Sampai pada pukul 18:27 WIB gelap akan berakhir. Hingga pada pukul 20:49 WIB gerhana akan berlalu.

Gerhana bulan terjadi karena bulan terhalang oleh bumi, sehingga sinar matahari tak sampai ke bulan. Atau dengan kata lain, bulan masuk dalam bayang-bayang bumi.

“Sehingga bagian yang gelap nampak melengkung, dan itu juga merupakan bukti bahwa bumi bulat. Gerhana bulan terjadi hanya pada saat oposisi, yaitu di pertengahan Bulan Qamariyah,” tulis LFNU PCNU Sumenep di pers release-nya.

Oleh karena itu, gerhana bulan maupun matahari, menurut Kiai Moh. Fathor Rois, Ketua LFNU PCNU Sumenep, adalah fenomena alam, tidak ada kaitannya dengan kematian atau kelahiran seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dimana beliau menolak sangkaan sebagian orang ketika wafatnya Sayyidina Ibrahim putera beliau.

“Jadi, gerhana bulan maupun matahari sudah terjadi sejak ada bulan dan matahari, sebagaimana gempa bumi terjadi sejak ada bumi, dan bencana alam terjadi sejak ada alam,” ungkap beliau kepada NU Online Sumenep, Selasa, (25/5/2021).

Atas dasar itu, Kiai yang akrab disapa Kiai Fathor ini mengimbau kepada Nahdliyin untuk memanfaatkan momentum tersebut dengan berbagai ibadah guna meningkatkan pahala. Seperti, mandi, shalat sunah serta memperbanyak do’a, dzikir dan shadaqah.
 
“Islam sebagai agama yang harmonis dengan alam, memberikan tuntunan kepada umatnya untuk mengisi momen tersebut dengan berbagai ritual untuk mengais pahala, di antaranya mandi, shalat sunah dan banyak berdoa, berzikir, dan bersedekah,” harap beliau.

Lebih jauh, Kiai Fathor juga menjelaskan mengenai tata cara pelaksanaan Shalat Gerhana yang olehnya diklasifikan pada dua macam. Yakni dengan cara yang sederhana dan cara yang sempurna.

Untuk yang sederhana menurut beliau layaknya Shalat Sunnah Rawatib. Namun untuk cara yang sempurna memiliki urutuan sebagai berikut: Takbiratul Ihram, Doa Iftitah, Fatihah, Surah-surah, Ruku’, I’tidal, Fatugag, Surah-surah, Ruku’, I’tidal, Sujud, Duduk, Sujud dan bangkit ke rakaat kedua dengan cara yang sama.

“Jika salat tersebut dilakukan berjamaah, sesudah Salat disunnahkan khutbah. Jika salat sendirian, tidak usah khutbah, bahkan dilarang. Fatihah dan surat dalam Salat gerhana bulan disunnahkan nyaring,” pungkasnya.

Editor: A. Habiburrahman

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga