Image Slider

Hari Perempuan Internasional, Ketua IPPNU Sumenep Harap Perempuan Pesantren Mengisi Peradaban

Kota, NU Online Sumenep

Hari Perempuan Internasional atau sering disebut International Womens Day diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Maret. Hari Perempuan sering diperingati dan dijadikan momentum dalam melihat kiprah perempuan di seluruh dunia dari berbagai aspek baik di bidang sosial, ekonomi, bahkan politik sekalipun. Di Indonesia sendiri banyak perempuan-perempuan yang menjadi pelopor kemerdekaan, sebut saja RA Kartini.

Menurut Sayyidah Syafiqoh, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumenep, sejak zaman pra kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan perempuan ikut serta dalam mengisi perjuangan. Bahkan perempuan dari kaum santri juga ambil bagian penting dalam membangun peradaban di Indonesia. Sebut saja contoh, Ketua muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Pertama, Hj Chadijah Dahlan yang menjadi salah satu pejuang revolusi dari kalangan perempuan.

“Dulu ada tokoh santri dari kalangan perempuan yang sangat berani, namanya Chadijah Dahlan. Beliau sangat berani dalam perjuangan revolusi Indonesia,” kata Syafiqoh kepada NU Online Sumenep, Selasa, (08/3/2022).

Menurut alumni Pesantren Al-Usymuni Itu, banyaknya perempuan dengan karakter religius, cerdas, dan nasionalis tidak lepas dari pesantren yang menjadi bagian dalam membangun karakter santri. Ia menegaskan bahwa pesantren selalu menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang seimbang, antara religius-nasionalis.

“Karakter Seimbang antara religius dan nasionalis menjadi karakter santri sejak zaman dahulu,” ujarnya.

Menurut Syafiqoh, Sebagai madrasah pertama di lingkungan keluarga, perempuan menjadi seseorang yang sangat mulia. Karenanya, perempuan harus selalu menjaga sikap, ucapan, dan tingkah laku. Hanya pesantren yang berhasil merawat karakter perempuan tersebut.

“Pesantren sangat mapan menjadi Lingkungan kehidupan dan perempuan dan generasi setelahnya,” imbuhnya.

Wanita spesialis juara Musabaqah Fahmil Qur’an itu menambahkan, saat ini sudah banyak perempuan-perempuan revolusioner. Perannya sangat berpengaruh dalam membangun khazanah intelektual di Indonesia. Tugas santri saat ini harus terus mengasah potensi yang ada. Karena kedepan, kiprah santri akan terus dibutuhkan dalam berbagai hal.

“Saat ini Duta Baca Indonesia dari kalangan perempuan, namanya Najwa Shihab. Saya juga sangat mengidolakan dia. Kedepan santriwati harus terus mengambil bagian dari segala lini, pokoknya harus bangga jadi pelajar yang santri,” pungkasnya.

Editor : Abdul Warits

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga