Image Slider

Hidup Efektif dengan Berpikir Positif

Oleh: Muhtadi ZL

Judul Buku: Magnet Berpikir Positif
Penulis: Abhcandra Y. Salman
Penerbit: Araska Publisher
Tahun Terbit: I, Januari 2021
Tebal Buku: 224 Halaman
ISBN: 978-623-7910-60-2

Secara spesifik, buku ini ingin mengajak pembaca untuk melakukan kebiasaan berprilaku positif dalam menjalani siklus kehidupan di dunia. Berpikir positif bisa membuat manusia melakukan kegiatan dengan baik dan benar. Dan hal inilah yang sejatinya diinginkan oleh semua manusia dalam setiap laku kegiatannya upaya menghindar dari yang namanya musibah atau kegagalan.

Sejatinya, berpikir positif bisa dilakukan oleh semua orang tanpa terkecuali. Mengingat menusia yang dibekali akal untuk melakukan suatu kegiatan (pekerjaan) yang nantinya memiliki dampak besar terhadap lingkungan sekitar, sehingga dari hal tersebut lahir simbiosis mutualisme produktif dan menciptakan linkungan efektif sebagai pengembangan multikultural-sosial demi menjaga kesolidan bermasyarakat.

Berpikir positif adalah cara paling tepat dalam menjalani kehidupan kita (hal. 55). Maka dari itu, sangat rugi manusia yang sudah diberkahi banyak kenikmatan tetapi tidak menggunakan akalnya dalam menjalani kehidupan, terlebih dalam berpikir positif yang tentunya menjadi sebuah partikel urgen disetiap sendi kehidupan.

Meskipun demikian, buku dengan judul Magnet Berpikir Positif tidak lantas menjadi buku wajib. Sebab kajian yang dilakukan oleh penulisnya, Abhicandra Y. Salman “sangat” tidak sesuai dengan judul di cover. Mengapa begitu? Karena setiap sub-bab yang disajikan mayoritas tidak sampai ke inti sari, yang mana hal tersebut secara esensi pokok dari setiap kajian yang dilakukan. Belum lagi suguhan data yang juga menghiasi setiap pragrafnya tidak bisa dijadikan tolok ukur bahwa buku ini menjadi buku bacaan wajib. Seolah-olah sebagian dari isi buku ini imajinatif, tersebab penulisnya tidak menelaah secara mendalam setiap poin yang disuguhkan.

Seharusnya, jika tema umum dari buku itu tentang berpikir positif, maka buku karangan Dr. Ibrahim Elfiky sangat tepat untuk dijadikan pedoman dalam menguraikan setiap magnet untuk berpikir positif atau melakukan tindakan positif. Karena dalam buku, Dr. Ibrahim Elfiky, memiliki orientasi dan kajian yang mendalam karena penulisnya sudah melakukan riset dan praktik sebelum menggarap buku yang bertema berpikir positif.

Oleh karenanya, untuk mencapai semua keinginan dalam hidupnya, maka sangat diperlukan sesuatu yang bisa mendorong hati dan pikiran agar melakukan kegiatan yang bernuansa kemapanan. Pikiran positif adalah salah satu unsur penting dalam menjalani proses hidup seseorang untuk mencapai tujuan hidupnya. (hal.5) Dengan begitu, setiap interaksi antar invidu bisa menjadi pendorong aktif dalam memberikan inovasi baru terhap tujuan yang hendak dicapai.

Akan tetapi, meskipun buku ini tidak bisa menjadi buku bacaan wajib, setidaknya buku ini bisa menjadi pengantar awal untuk melakukan rotasi idiologi agar terhindar dari sifat (ke)buruk(an) atau dijauhi pikiran-pikiran negatif. Sebab buku ini secara tidak langsung menjadi pupuk awal untuk menciptakan akar yang kuat dan kokoh untuk menepis segala ancaman yang bersifat perusak serupa anggrek yang hinggap di salah-satu dahan pohon. Maka dari itu, buku ini juga pantas menjadi bahan bacaan tetapi tidak layak untuk menjadi buku bacaan wajib. Karena buku yang baik adalah memberikan pemahama detail bukan pemahaman yang epidermis atau sebatas kerak.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa dalam melakukan kegiatan yang positif sangat diperlukan dukungan sebagai bentuk lain dari sistem kerja yang ada di otak. Dengan motivasi yang aktual mampu menjadikan manusia sebagai khalifah yang kafah, jika sudah demikian, dalam hitungan dekat bumi yang dipenuhi fitnah dan cacian sirna seketika, karena orang-orangnya sudah menjadi sebuah kesatuan yang semunya berpayung pada pikiran positif. Motivasi adalah dorongan psikologis yang melahirkan sikap semangat. (hal.35) dan memang begitulah cara sistem kerja otak dalam mengakomodir tubuh agar tidak menuruti nafsu yang sejatinya lebih banyak mengarah pada hal-hal tidak etis.

Kehadiran buku ini seolah menjadi sebuah pijakan bagi mereka yang hendak mendalami dunia psikologi. Maka dari itu, sebelum melanjtukan pada buku yang redaksi bahasanya mampu mengerutkan dari, alangkah baiknya buku ini menjadi bahan bacaan awal sebagai modal bagus dalam mendalami dunia psikologi.

Istana Pers Jancukers, 2021

*) Muhtadi ZL, Aktivis literasi Komunitas Penulis Literasi (KPK)-Iksaj.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga