Judul : Islam; Cinta, Keindahan, Pencerahan, dan Kemanusiaan
Penulis : K.H. Husein Muhammad
Penerbit : IRCiSoD
Cetakan : Pertama, Agustus 2021
Tebal : 295 halaman
ISBN : 978-623-6166-64-2
Peresensi : Nibrosi
Berbicara mengenai Islam, tentu akan membawa kita untuk memahami terhadap dinamika keislaman yang bersifat dimensial, dalam artian masih banyak dimensi-dimensi ilmu yang mempelajari tentang agama Islam dari ranah apapun. Contohnya, Kiai Husein menempatkan atau memberi istilah agama Islam sebagai agama cinta, yaitu agama yang selalu memberi keselamatan dan kedamaian bagi para pemeluknya dan orang lain. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. “Orang Islam adalah orang yang kehadirannya membuat rasa aman orang lain, baik dari ucapan maupun tangan atau kekuasaannya”. Nah, jika ditelisik lebih dalam, hadis tersebut menunjukkan bahwa agama Islam merupakan agama yang kehadirannya selalu membawa kedamaian bagi siapa saja tanpa adanya pengecualian, sekalipun ia bukan pemeluknya.
Iman, Islam, dan Ihsan adalah tiga hal pokok yang tidak dapat dipisah keberadaannya. Tiga hal tersebut dijelaskan secara rinci oleh Kiai Husein. Iman merupakan keyakinan yang bersifat personal dan memiliki arti “percaya dan yakin dengan penuh tanggung jawab”, Islam secara harfiah bermakna kepasrahan dan ketundukan kepada Tuhan yang Maha Esa, sedangkan Ihsan merupakan keindahan dalam Islam itu sendiri yang memiliki arti bagus dan indah. Jika seseorang mampu mengaplikasikan Iman dan Islam hingga mampu berbuat ihsan, maka tidak dapat dipungkiri bahwa orang yang seperti itu akan merasakan betapa agama Islam dapat menebar aroma cinta dan kasih sayang.
Oleh karenanya, agama Islam dalam buku ini tidak hanya membahas dalam konteks agama yang diridhai Allah, namun lebih dari itu Kiai Husein menjelaskan mulai dari Islam sebagai agama dan ajaran, hingga menempatkan ilmu pada tahapan-tahapan penting. Artinya, ilmu sebagai jalan untuk mencapai keindahan beragama melalui tahapan-tahapan. Mulai dari memahami makna Islam, hingga proses untuk mencapai puncak ketakwaan kepada Allah SWT.
Salah satu cara untuk merasakan Islam sebagai agama cinta, yaitu dengan cara meneladani sifat-sifat nabi Muhammad Saw. Karena beliau satu-satunya tokoh yang pantas untuk dijadikan sebagai teladan. Beliau menghormati orang-orang yang berbudi pekerti baik dan tetap berbuat baik meski kepada orang-orang yang tidak melakukan kebaikan (ahlusy syarr). Dari hal tersebut menandakan bahwa agama Islam adalah agama yang indah dan mengajarkan kedamaian.
Tidak sebatas itu saja, Islam cinta ala Kiai Husein ini juga menegaskan bahwa untuk mencapai atau merasakan Islam yang indah dan damai, kita harus menyetarakan antara laki-laki dan perempuan, lebih-lebih memuliakan seorang Ibu. Karena, hakikatnya agama Islam juga mengajarkan kemanusiaan. Tanpa menyetarakan, menghargai, dan memuliakan perempuan, kita tidak akan pernah sampai pada sebuah keistimewaan agama Islam.
Dengan demikian, agama Islam yang penuh dengan keindahan, tidak lepas dari proses bagaimana kita bisa menempatkan ilmu sebagai hal yang paling dasar. Karena, orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu sangatlah berbeda, baik di mata masyarakat ataupun di hadapan Allah SWT. Dengan adanya ilmu tersebut kita dapat mengetahui amar ma’ruf dan nahi munkar. Sehingga, mengantarkan kita kepada apa yang dimaksud Kiai Husein, yaitu agama cinta. Dalam buku ini juga dilengkapi pencerahan-pencerahan Kiai Husein melalui renungan dan pemikiran-pemikiran beliau, untuk direfleksikan para pembacanya dan memahami Islam secara mendalam supaya tidak untuk sekadar dibaca, namun juga di amalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
*) Nibrosi, Mahasiswa Studi Agama Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, tinggal di Garawiksa Institute.

