Gapura, NU Online Sumenep
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Tasyakuran 1 Abad NU yang dihelat oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep di Graha NUansa, Gapura, mendapat apresiasi banyak pihak. Di balik layar kemegahan acara tersebut, Hondiyanto mencukur rambutnya dengan bertuliskan ‘1 Abad NU’, Kamis (09/03/2023).
Pria yang menjabat sebagai Ketua Biro Kegiatan Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Talango itu memberikan alasan bahwa dirinya mencukur rambut karena ingin mengungkapkan rasa syukur dan rasa kecintaannya pada jamiyah Nahdlatul Ulama.
“Aksi nyentrik ini sudah mendapat izin dari keluarga, bahkan masyayikh mendukung aksi ini. Artinya, cara yang kami lakukan tidak lain dari ungkapan cinta pada organisasi. Pengabdianku pada Banser NU sudah mentok di hati,” ungkapnya saat dikonfirmasi NU Online Sumenep.
Di tempat yang berbeda, Suaidi selaku Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Sumenep mengutarakan, aksi cukur rambut tidak hanya dilakukan oleh Hondiyanto, tapi saudara Thaha dari Satkoryon Batang-Batang.
Mereka berdua, lanjutnya, mencukur rambut bertuliskan ‘1 Abad NU’ tidak dilakukan saat Tasyakuran 1 Abad NU di Gapura. Akan tetapi dilakukan pula saat hadir ke Resepsi Puncak 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
“Kami mengapresisasinya, karena yang mereka lakukan bagian dari ekspresi cinta pada organisasi,” katanya.
Menurutnya, semangat dan keikhlasannya dalam berkhidmat diluapkan dengan mencukur rambut yang unik. “Pada intinya, apapun yang dilakukan oleh sahabat Banser, selama tidak mengurangi marwah organisasi, Satkorcab selalu mendukung,” tandasnya.
Editor: Ibnu Abbas

