Image Slider

Mabimkom PMII Stidar Ganding: Literasi adalah Sumbangsih Peradaban

Ganding, NU Online Sumenep

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Raudlatul Iman Ganding, Kiai Muhammad Sahli Hamid menegaskan, literasi bagian dari sumbangsih peradaban. Jurnalistik juga bagian dari literasi yang mampu membaca sebuah fenomena kecil ataupun besar. Hal ini tersirat dalam surat Al-‘Alaq.

Dalam sambutannya di acara Sekolah Jurnalistik, ia menyatakan bahwa literasi akan menggetarkan hati bila memecahkan persoalan masyarakat. Sekecil apapun fenomena di masyarakat, seorang jurnalis dituntut peka untuk membaca situasi agar tulisannya lebih bermakna.

“Hari ini kami melihat wajah-wajah yang optimis atau wajah seorang calon cendikiawan yang menatap masa depan. Niat inj akan menjadi pelita peradaban yang menerangi gelapnya keterbelakangan,” ucapnya pada peserta yang berkumpul di Majlis Dirasah Al-Hamidi Gadu Barat, Ganding, Selasa (30/05/2023).

Dalam catatan tinta sejarah Islam, di Abad Pertengahan, muncullah para penulis handal. Sebut saja Al-Ghazali yang menelorkan banyak karya. Jejak perjuangannya di bidang literasi, diikuti oleh ulama Nusantara dan kini menggurita di dunia perguruan tinggi, khususnya di pesantren.

Dalam sudut pandangnya, keikutsertaan mahasiswa pada kegiatan ngaji jurnalistik yang diinisiasi oleh Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Asy’ariyah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (Stidar) Ganding akan meningkatkan wawasan dan pengetahuan di bidang jurnalistik.

“Partisipasi peserta memberikan kode alam bahwa kelak akan berjihad di media dakwah. Kedahsyatannya akan menghasilkan jurnalis pesantren yang menggetarkan dunia dan memberi pencerahan di akar rumput,” ungkapnya.

Kiai Sahli mengutarakan, jurnalistik bagian dari dakwah di pesantren dan kampus. Kendati keterbatasan piranti, santri beritikad baik guna mengembangkan media yang menjadi corong informasi bagi masyayikh, guru, wali santri, alumni dan masyarakat.

“Walaupun hanya sedikit. Hal terpenting peserta berani mencoba. Sebaliknya, banyaknya peserta tak menjamin ada tindak lanjut di kemudian hari,” ujar Majelis Pembina Komisariat (Mabimkom) PMII Asy’ariyah Stidar Ganding itu.

Disadarinya, banyak santri yang memilki keahlian di bidang jurnalistik. Tetapi perlu diasah dan ditajamkan kembali oleh Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan-Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Sumenep yang keberadaannya bisa mengelola kanal youtube, fanspage, instagram, radio dan website.

“Jelang kegiatan akhir tahun atau haflah imtihan, kami berharap pada peserta menjadi contoh peradaban melalui tulisan. Kalau perlu pakai seragam sebagai bukti pada masyarakat bahwa pegiat media benar-benar profesional,” tandasnya.

ADVERTISIMENT

sosial mediaFollow!

16,985FansSuka
5,481PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan

Rekomendasi

TerkaitBaca Juga!

TrendingViral!

TerbaruBaca Juga